TUGAS RESUME BUKU KEWIRAUSAHAAN UNTUK PERGURUAN TINGGI

TUGAS RESUME

BUKU KEWIRAUSAHAAN UNTUK PERGURUAN TINGGI

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

 

 

 

OLEH :

ADINA FETI NURAINI

K2D009067

 

 

JURUSAN ILMU KELAUTAN

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2012

KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN

  1. Pengertian Kewirausahaan

Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

  1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan;
  2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
  3. Kewirausahaan dari Perspektif Ukuran Ekonomi

Joseph Schumpeter (Aliran Austria) adalah pelopor pemikiran peran kewirausahaan modern dalam pembangunan ekonomi (The Theory of Economic Dynamics, 1911). Menurut Schumpeter, inovasi merupakan kekuatan pendorong yang menciptakan pasar baru. Sifat pasar adalah ketidakseimbangan/disekuilibrium disebut “chaos market”. Sifat inovasi: creative destruction, karena menghancurkan struktur pasar yang ada.

  1. Tujuan, Manfaat dan Sasaran Kewirausahaan
    1. Tujuan Kewirausahaan
      1. Meningkatkan jumlah wirusaha yang berkualitas
      2. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
      3. Membudidayakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan dikalangan masyarakat yang mampu, andal dan unggul.
      4. Manfaat Berkewirausahaan
        1. Berusaha memberikan bantuan kepada orang lain dan pembangunan social sesuai dengan kemapuannya.
        2. Menambah daya tamping tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran.
        3. Sasaran Kewirausahaan
          1. Para generasi muda pada umumnya, anak-anak sekolah, anak-anak putus sekolah dan para calon wirausaha
          2. Para pelaku ekonomi yang terdiri atas para pengusaha kecil dan koperasi.
          3. Instansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha (BUMN) organisasi, profesi, dan kelompok-kelompok masyarakat.
  2. Karakteristik Kewirausahaan.
    1. Berwatak luhur
    2. Kerja keras dan disiplin
    3. Mandiri dan realistis
    4. Prestatif dan komitmen tinggi.

PROSES KEWIRAUSAHAAN

  1. Proses Kewirausahaan
    1. Identifikasi dan evaluasi peluang yang ada.
    2. Kembangkan rencana bisnis.
    3. Laksanakan manajemen usaha tersebut.
  2. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan

Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Factor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property righ – PR), kemampuan/kompetensi (competency/ability, – C), dan insentif (incentive), sedangkan factor eksternalnya meliputi lingkungan (environment – E).

  1. Factor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha

Factor penyebab keberhasilan Wirausaha

Factor penyebab kegagalan Wirausaha

  1. Komitmen dan ketabahan hati secara total.
  2. Bergerak maju untuk mencapai tujuan dan tumbuh.
  3. Peluang dan orientasi pada tujuan.
  4. Manajer yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman.
  5. Kurangnya modal.
  6. Kurangnya perhatian penuh terhadap usahanya.
    1. Keuntungan dan Kerugian dalam Berwirausaha.

Keuntungan dalam Berwirausaha

Kerugian dalam Berwirausaha

  1. Imbalan berupa laba.
  2. Imbalan berupa kebebasan.
  3. Imbalan berupa kebebasan menjalani hidup.
    1. Pengorbanan personal.
    2. Beban tanggung jawab.
    3. Kecilnya margin keuntungan.

 

MENUMBUHKAN JIWA DAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN

  1. Upaya Menumbuhkan Jiwa dan Kompetensi Kewirausahaan
    1. Melalui pendidikan formal
    2. Melalui seminar-seminar kewirausahaan
    3. Melalui pengetahuan
    4. Otodidak

MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA

  1. Mengembangkan Kemampuan Inovatif

Pentingnya inovatif apabila wirausahawan terlambat berinovasi dalam produk dan pelayanan akan mengakibatkan kegagalan bagi seorang wirausaha. Dengan adanya bisnis, akan membawa perkembangan dan perubahan dalam otonomi (Joseph Schumpeter). Menerapkan kemampuan inovatif dalam pola asuh di perguruan tinggi mahasiswa diharapkan bias mencari hal-hal yang bisa memberikan ide-ide segar atau menambah pengetahuan.

  1. Mengembangkan Kreativitas

Pentingnya kreativitas maka seorang wirausahawan perlu melakukan kreativitas karena:

  1. Keberhasilan dalam persaingan bisa diperoleh dengan mengembangkan daya kreatif;
  2. Kreativitas merupakan sumber yang berharga yang harus dipelihara serta jangan disia-siakan;
  3. Tantangan baru selalu muncul dan harus dihadapi dengan kreativitas baru.
  4. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Efektif dan Efisien

Pentingnya menanamkan pekerjaan efektif dan efisien melalui latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama secara efektif dan efisien, untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja serta untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

  1. Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi

Tujuan dan keberhasilan berkomunikasi adalah mengubah tingkah laku, baik secara individu maupun secara kelompok. Tujuan adanya berkomunikasi adalah melaksanakan pertukaran informasi yang paling menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk wirausaha maupun masyarakat konsumen untuk menemukan persamaan persepsi.

SEMANGAT KERJA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Semangat kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa factor. Gellerman (1994) menyatakan bahwa moral kerja meliputi tiga bidang; pertama, menyangkut kepuasan di luar pekerjaan seperti pendapatan, rasa aman, dan kedudukan yang lebih tinggi. Kedua, menyangkut kepuasaan terhadap pekerjaan, yaitu minat kerja, peluang untuk maju dan prestise dalam organisasi. Ketiga, menyangkut kepuasan pribadi dan rasa bangga atas profesinya.

MOTIVASI BERWIRAUSAHA

Motivasi seseorang untuk menjadi wirausahawan, anatara lain sebagai berikut:

  1. Laba. Dapat menentukan berapa laba yang dikehendaki, keuntungan yang diterima dan berapa yang akan dibayarkna kepada pihak lain atau pegawainya.
  2. Kebebasan. Bebas mengatur waktu, bebas dari supervise, bebas aturan main yang menekan/intervensi dan bebas dari aturan budaya organisasi/perusahaan.
  3. Impian personal. Bebas mencapai standar hidup yang diharapkan, lepas dari rutinitas kerja yang membosankan, karena harus mengikuti visi, misi, impian orang lain.
  4. Kemandirian. Memiliki rasa bangga, karena dapat mandiri dalam segala hal, seperti permodalan, mandiri dalam pengelolaan/manajemen, mandiri dalam pengawasan, serta menjadi menajer terhadap drinya sendiri (Leonardus, 2009:26).

MEMBANGUN PENDIDIKAN BERBASIS KEWIRAUSAHAAN

Peran pendidikan dalam pembentukan wirausaha. Chruchill (1987) masalah pendidikan sangatlah penting bagi keberhasilan wirausaha. Bahkan dia mengatakan bahwa kegagalan pertama dari seorang wirausaha adalah karena dia lebih mengandalkan pengalaman daripada pendidikan. Namun dia juga tidak menganggap remeh arti pengalaman bagi seorang wirausaha, baginya sumber kegagalan kedua adalah jika seorang wirausaha hanya bermodalkan pendidikan, tapi miskin pengalaman lapangan. Oleh karena itu, perpaduan antara pendidikan dan pengalaman adalah factor utama yang menentukan keberhasilan wirausaha.

PENGEMBANGAN IDE USAHA

Penelitian dan pengembangan memungkinkan timbulnya gagasan produk baru atau perbaikan dari produk yang sudah ada. Proses ini dipercepat dengan penggunaan saran-saran berikut:

  1. Kebutuhan akan sumber penemuan. Penemuan yang berasal dari persepsi kebutuhan yang jelas ingin dipenuhi dan banyak produk atau jasa yang telah dikembangkan dari persepsi tersebut.
  2. Hobi atau kesenangan pribadi. Hobi atau minat pribadi adakalanya bisa mendorong bisnis baru.
  3. Mengamati kecenderungan-kecenderungan. Kecenderungan dan kebiasaan dalam mode merupakan sumber gagasan untuk melakukan usaha.
  4. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.
  5. Mengapa tidak terdapat?. Peluang atau timbulnya usaha baru adakalanya daang dari pertanyaan, “Mengapa tidak terdapat…?”.
  6. Kegunaan lain dari barang-barang biasa. Banyak produk komersil berasal dari penerapan barang-banrang biasa untuk kegunaan lain yang bukan kegunaan yang dimaksudkan dari barang itu.
  7. Pemanfaatan produk dari perusahaan lain. Produk atau perusahaan baru dapat terbentuk sebagai perusahaan yang memanfaatkan produk dari perusahaan yang ada.

SRATEGI MENANGKAP PELUANG USAHA

  1. Pilihan dan strategi berbasis besar. Mencari keunggulan dalam biaya atau unggul dalam persaingan.
  2. Pilihan dan srategi berbasis biaya.
  3. Pilihan dan strategi berbasis diferensiasi.pemusatan keunikan produk dan jasa perusahaan.
  4. Pilihan dan strategi focus. Target golongan pasar yang khusus (relung/ceruk pasar) atau berfokus pada pasar yang belum digarap.

PENYUSUNAN RENCANA USAHA

Suatu bisnis/usaha dimulai dengan adanya ide. Oleh karena itu, untuk merealisasi suatu bisnis yang baik diperlukan juga ide produk yang baik dan tepat, langkah-langkahnya adalah.

  1. Umum
  1. Apa produk kita
  2. Di mana dan mengapa memilih lokasi usaha
  1. Rencana pemasaran.
  2. Rencana produksi dan operasi.
  3. Rencana organisasi dan manajemen.
  4. Rencana keuangan.

MEMULAI USAHA

Menyusun rencana kegiatan untuk memulai usaha, anda telah memutuskan bahwa anda siap untuk memulai suatu usaha. Namun demikian, rencana usaha anda tersebut tertuang di atas kertas. Sebelum melakukan kegiatan usaha dengan pelanggaran banyak hal yang harus dikerjakan. Anda harus menyusun struktur organisasi usaha anda. Segala sesuatunya perlu dikerjakan sesuai dengan urutan yang benar dan waktu yang tepat. Siapkan rencana kegiatan yang akan menunjukkan apa yang perlu dikerjakan serta siapa yang akan mengerjakan dan kapan. Untuk menyusun rencana kegiatan, lihatlah setiap langkah yang telah ditentukan dan sebelumnya. Buatlah daftar hal-hal yang harus dikerjakan sebelum memulai usaha anda.

PENGAMBILAN RISIKO USAHA

Kemungkinan-kemungkinan bertahannya seorang wirausahawan “tetap hidup” dalam menghadapi risiko terburuk, antara lain dengan cara berikut ini.

  1. Memperbaiki usaha, memperbaiki ampilan, mengganti nama, mengganti personil, melengkapi alat-alat, mengganti strategi pemasaran, memperbaiki cara produksi/cara kerja dan lain-lain.
  2. Melakukan alih usaha berpindah dari usaha yang satu ke usaha yang lain yang memungkinkan.
  3. Pindah tempat. Bisa jadi, suatu usaha tidak/kurang berhasil karena factor tempat yang kurang strategis, atau karena di dekatnya ada usaha sejenis yang lain yang lebih kuat.
  4. Mencari investor untuk berinvestasi.
  5. Meminta pihak lain untuk mengakuisi: meminta pihak lain untuk membeli sebagian besar saham.

STRATEGI MENCAPAI KEUNGGULAN BERSAING

Untuk mencapai keunggulan bersaing, seorang pengusaha harus:

  1. Mampu meningktakan daya inovasi, kreatif dan produktivitas dengan teknik-teknik yang dimiliki, sehingga dapat bersaing baik secara produk maupun harga.
  2. Memberikan pelayanan all out sebagai salah satu cara untuk memberikan kepuasan pelanggan, sehingga dapat unggul.
  3. Mematenkan produk agar memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar.
  4. Memasarkan produk melalui komunitas/kumpulan organisasi, sehingga mudah dikenali oleh anggota/komunitas tersebut.
  5. Menawarkan produk melalui public figure dan lain-lain. (Leonardus, 2009: 124).

PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN

  1. Pengelolaan Keuangan

Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu: (1) aspek sumber dana; (2) aspek rencana dan penggunaan dana; (3) aspek pengawasan atau pengendalian keuangan.

  1. Teknik dan Strategi Pemasaran

Sesuai dengan definisi pemasaran yaitu kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat harga (price), mempromosikan agar produk dikenal konsumen (promotion) dan mendistribusikan produk ke tempat konsumen (place), maka tujuan pemasaran adalah bagaiman agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan dan dibeli oleh konsumen (J. Supranto, 1993).

  1. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan
    1. Manajemen Kewirausahaan

Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis. Bila usaha baru ingin berhasil, maka wirausaha harus memiliki epat kompetensi, diantaranya:

  1. Fokuskan terhadap pasar, bukan pada teknologi
  2. Buat ramalan pendanaan untuk menghindari tidak terbiayainya perusahaan
  3. Bangun tim manajemen, bukan menonjolkan perorangan (not a”one-person”show)
  4. Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu.
  5. Strategi Kewirausahaan
    1. Perubahan produk barang dan jasa
    2. Strategi yang menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, divesifikasi produk dan jasa, integrasi regional, atau ekspansi usaha
    3. Kemampuan untuk memperoleh modal investasi dalam rangka penelitian dan pengembangan, proses produksi dan penggantian peralatan, dan dalam rangka penambahan sumber daya manusia.

TEKNIK PENGEMBANGAN USAHA

  1. Perluasan Skala Ekonomi

Perluasan skala ekonomi dapat dilakukan dengan menambah skala produksi, tenaga kerja, teknologi, sistem distribusi dan tempat usaha. Ini dilakukan bila perluasan usaha atau peningkatan out-put akan menurunkan biaya jangka panjang, yang berarti skala usaha yang ada ekonomis (economic of scale). Sebaliknya, bila peningkatan output mengakibatkan peningkatan biaya jangka panjang (disecominics of scale), maka tidak baik untuk dilakukan.

  1. Perluasan Cakupan Usaha

Cara ini bisa dilakukan dengan cara menambah jenis usaha baru, produk dan jasa baru yang berbeda dari sekarang diproduksi (diversifikasi), serta dengan teknologi berbeda. Dengan demikian, lingkup usaha ekonomis (economics of scope) dapat didefinisikan sebagai suatu diversifikasi usaha ekonomis yang ditandai oleh biaya produksi total bersama (joint total production cost) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama-sama adalah lebih kecil daripada penjumlahan biaya produksi dari masing-masing produk itu apabila diproduksi secara terpisah.

  1. Memelihara Spirit Usaha
    1. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khusus tentang alas an mereka membeli produk dan jasa, tentang masalah yang dihadapi pelanggan dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan.
    2. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya, tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing.
    3. Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru.
  2. Menumbuhkan Semangat Mengembangkan Peluang Usaha

Menurut Thomas Zimmere ada 8 faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan, antara lain sebagai berikut:

  1. Wirausahawan sebagai pahlawan
  2. Pendidikan kewirausahaan
  3. Factor ekonomi dan kependudukan
  4. Pergeseran ke ekonomi jasa
  5. Kemajuan teknologi
  6. E-commerce dan The World-Wide-Wibe
  7. Peluang internasional
  8. Kiat-Kiat Sukses Berwirausaha
    1. Ketekunan
    2. Berani mengambil risiko
    3. Terampil dan tidak putus asa
    4. Berdoa
    5. Berani berubah
    6. Pandai mengelola
    7. Segar dan pintar
    8. Kemauan terus belajar

Gandrung T-Ara

Hola ..!! 🙂

Lama gak buka bLog niich.,

mau posting soal T-Ara niich.,

.Girl Band dari Korea yang dibentuk tahun 2009 oleh Core Contents Media punya 5 personil pada awalnya lalu keluar 2 orang personil yaitu Jiwon dan Jiae padahal udah ngeluarin lagu perdana mereka berjudul Good Person. Kemudian personil T-Ara bertambah 3 orang lagi yaitu Boram, Qri dan Soyeon sehingga personil mereka berjumlah 6 dan merilis single Lies. pada tahun 2010 personil T-Ara bertambah satu orang sehingga sekarang menajdi 7 orang.

Name: Park Sunyoung

Stage Name: Hyomin

Height: 167 cm

Birthday: May 30, 1989

Position: Lead Rapper, Lead Vocalist, Leader

Name: Jeon Boram

Height: 155 cm

Birthday: March 26, 1986

Position: Vocalist

Name: Lee Jihyeon

Stage Name: Q-ri

Height: 162 cm

Birthday: December 12, 1986

Position: SubVocalist

Name: Park Injung

Stage Name: Soyeon

Height: 163 cm

Birthday: October5, 1987

Position: Main Vocalist

Name: Ham Eunjung

Height: 167 cm

Birthday: December 12, 1988

Position: Lead Vocalist, Main Rapper

Name: Ryu Hwayoung

Position: Lead Rapper, Sub Vocalist

Birthday: April 22, 1993

Height: 168 cm

Name: Park Jiyeon

Birthday: June 7, 1993

Height: 167 cm

Position: Vocalist, Main Dancer & Maknae

* NOTE: The leader changes every time the group makes a comback

Lagu mereka yang bikin aku puter hingga berkali-kali adalah Time To Love. Keren banget lagunya apalagi dance performance mereka di lagu ini keren abis.

Antara Lomo dan Kaos Paramore

Lama gak posting niich….

critanya rada gauL dikiit..ha ha ha ha ha ha

“udah dari acara RJ FarmaSea gue tau adek gue yang Cantik Lia Aryanti bawa kamera Lomo yang Aquapix buat acara Have Fun Picture pas diving di puLau Panjang.,gue pikir tuuuch adek bawa maenan..makLum masak  kamera dari plastik dan gak ada batery.nya….Lucuuu beud geto deeech..ha ha ha ha..

.udag gto gue tanya”ke adek *itu apaan dek? *kamera Lomo mbak, buat ntar foto-foto pas sesi diving* *mang itu underwater?* *iya mbak tapi cuman 3 meter* *Lhaaaa…batery.nya mana..??* *gak ada mbak…makanya bisa buat underwater* *waaach……..Luuccuuuu……eeech aku juga inget sama kamera kayak maenan beginian deech dek.,yang punya namanya Bandari A Fitranti ..tapi gak pake’roL fiLm.,jadi bisa tinggal langsung jepret tapi gak bisa diliat hasil.nya dan cetak.nya harus melalui leptop dan komputer buat cetak.nya..ha ha  ha ha…mau doonk dek……ada gak ? * *ada mbak.,klo gak salah harganya 125ribu gto.,klo yang Lomo ini aku beli 75ribu mbak* ..dalam hati *busyeeet….itu maenan beneran kaLi yakkk murah amiir……*

.terjadilah kesepakatan antara gue dan Lia Aryanti …”dek…tolong doonk cariin kamera yang itu yaak…ntar aku transfer ke kamu duit.nya yaaak” “Okey deech mbak..” ha ha ha ha..

.akhirnya gue menabungkan uang gue sebesar 100ribu buat beli kamera itu namun pada tanggal 1 Agustus yang namanya mbak Amalia Ardila Sari nge-Tag-in kaos PARAMORE TEE buat gue.,abis gue baca langsung gue komen “mbak…aku mau satuuuu..seriusss….”

.setelah itu gue langsung sms mbak Amal buat nanya” apa aja syarat dan ketentuan yang berlaku buat bisa ngedapetin ni kaos..begitu selesai keesokan harinya gue pergi ke bank BRI transfer duit 100ribu gue ke rekening orang yang atas nama pak Bagunanto.,udah sukses aku langsung konfirm ke mbak Amal.,dan alhasil gue tingal nungguin kiriman kaos Paramore Monster Album : Transformer Dark of The Moon..

.ada gak yaa yang mau nonton konsernya..??tapi berapa duit buat tiket.nya…. >__<

.jadiLah uang 100ribu buat beli kamera Lomo gue pake buat beli kaos.,tapi untung ibuk gue baek mau beliin kamera Olympus underwater yang gue liat dan langsung jatuh cinta ama itu kamera waktu baca majalah DIVEMAG . walaupun disitu juga ada Lomo Fisheye yang dicantumin tapi gue tertarik ama Olympus gara-gara temen gue Jasmine Khairani Zainal juga punya yang begituan…tapi apapun yang bakaL dibeli ama ibuk gue gue bersyukur..syukur-syukur kalo dapet Olympus yang sekarang Lagi dalam masa pencarian di Surabaya..

.talk about kamera atopun ^sandy ganteng sangat guuuuaaaaaanteng^ -> yang nulis adek gue..ha ha ha ha..

.yaach pokok.nya lagi gandrung aja sama yang namanya kamera Lomo because murah and lumayan buat poto-poto yang just shoot the moment Like Lomo said “don’t think, just shoot”..ha ha ha ha ha..kurang lebih kata-katanya kayak gto.

..talk about PARAMORE niich yang buat ParaWhore di Indonesia, FYI ini band dengan personel yang hanya tinggal 3 bakalan pentas nggebrak di GWK at 17th August 2011 and  Pantai Caranaval Ancol at 19th 2011 .,ayo siapapun yang mau nonton ajakin gue doonk..he he he he….

PARAMORE is still BAND and I LOVE PARAMORE

Tugas Akhir Mata Kuliah Akustik Kelautan

TUGAS AKHIR

MATA KULIAH AKUSTIK KELAUTAN

 

 

 

OLEH : ADINA FETI NURAINI

K2D009067

 

 

JUUSAN ILMU KELAUTAN

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2011

Jawab:

Zona 2 berada setelah zona 1

Zona 1 kedalaman 15 m

Zona 2 kedalaman 25 m

Kecepatan kapal = 2 knot = 0,5144 x 2 = 1,0288

Sudut pancaran beam = 1,5 derajat

Jumlah beam = 60 beam

 

JAWAB

*        Zona 1

Menghitung jarak per beam :

Û Zona 1 menghitung jarak beam 1 s/d beam 60

ɑ x 60 =

0.39268 x 60 = 23,56080

Maka untuk perencanaan jalur pemeruman bathimetri akan dibuat dengan interval jarak 23 m.

*        Zona 2

Menghitung jarak per beam

Û Menghitung jarak beam 1 s/d beam 60

ɑ x 60 =

0,65447 x 60 = 39,2682

Maka untuk perencanaan jalur pemeruman bathimetri akan dibuat dengan interval jarak 78 m

  • Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan survey bathimetri dengan luasan 50 km x 100 km

Û Kecepatan kapal 2 knot = 0,5144 x 2 = 1,0288 m/s

*        Zona 1

Jika panjang daerah yang ingin diketahui bethimetrinya adalah 50000 m dengan interval 23 m maka :

→ Maka dibutuhkan :

Track 50000 m sebanyak (2173,91 + 1) = 2174,91 kali

Track 23 m sebanyak (2173,91 x 2) = 4347,82 kali

→ Maka panjang track keseluruhan di zona 1 :

(50000 x 2174,91) + (23 x 4347,82) =

108745500 + 99999,86 = 108845499,86 m

*        Zona 2

Jika panjang daerah yang ingin diketahui bathimetrinya adalah 50000 m dengan interval 39 m maka :

→ Maka dibutuhkan :

Track 50000 m sebanyak (1282,05 + 1) = 1283,05 kali

Track 39 m sebanyak (1282,05 x 2) = 2564,1 kali

→ Maka panjang track keseluruhan di zona 2 :

(50000 x 1283,05) + (39 x 2564,1) =

64152500 + 99999,9 = 64252499,9 m

  • Estimasi waktu

Panjang keseluruhan jalur :

= 108845499,86 m + 64252499,9 m

= 173097999,76 m

Laporan Praktikum Dasa-Dasar Bioteknologi

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM DASAR-DASAR BIOTEKNOLOGI

VISUALISASI EKSTRASI DNA, ANALISIS SEQUEN DNA DENGAN BLAST, PENGOLAHAN DATA HASIL IDENTIFIKASI SEKUEN MENGGUNAKAN PROGRAM BIOINFORMATIKA

 

 

DISUSUN OLEH :

ADINA FETI NURAINI

K2D009067

KELOMPOK 1

JURUSAN ILMU KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2011


I.                    PENDAHULUAN

 

1.1  Tujuan

  1. Mengetahui cara mengekstraksi DNA secara sederhana
  2. Melihat presipitasi DNA
  3. Mengidentifikasi kekerabatan terdekat sekuen DNA isolate
  4. Mengetahui cara membuat pohon filogenik yang menunjukkan tingkat kekerabatan terdekat dengan mikroorganisme yang lain

1.2  Manfaat

Manfaat dari dilakukannya praktikum ini adalah:

  1. Mahasiswa dapat diketahui bagaimana cara mengekstraksi DNA
  2. Mahasiswa dapat melihat presipitasi DNA
  3. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kekeraban terdekat dari suatu sekuen DNA

II.               TINJAUAN PUSTAKA

2.1  DNA

DNA, Deoxyribose Nucleic Acid adalah asam nukleotida, biasanya dalam bentuk heliks ganda yang mengandung instruksi genetik yang menentukan perkembangan biologis dari seluruh bentuk kehidupan sel.

DNA berbentuk polimer panjang nukleotida, mengkode barisan residu asam amino dalam protein dengan menggunakan kode genetik, sebuah kode nukleotida triplet.

DNA seringkali dirujuk sebagai molekul hereditas karena ia bertanggung jawab untuk penurunan sifat genetika dari kebanyakan ciri yang diwariskan. Pada manusia, ciri-ciri ini misalnya dari warna rambut hingga kerentanan terhadap penyakit. Selama pembelahan sel, DNA direplikasi dan dapat diteruskan ke keturunan selama reproduksi.

DNA bukanlah suatu molekul tunggal, nampaknya ia adalah sepasang molekul yang digandeng oleh ikatan hidrogen: DNA tersusun sebagai untai komplementer dengan ikatan hidrogen di antara mereka. Masing-masing untai DNA adalah rantai kimia ?batu bata penyusun?, yakni nukleotida, yang terdiri dari empat tipe: Adenine (A), Cytosine (C), Guanine (G) dan Thymine (T).

DNA mengandung informasi genetika yang diwariskan oleh keturunan dari suatu organisme; informasi ini ditentukan oleh barisan pasangan basa. Sebuah untai DNA mengandung gen, sebagai cetak biru organisme . DNA membuat genom organisme.

Teryata DNA sangat penting , Kalau dalam  kepolisiaan proses identifikasi teroris sangat diperlukan untuk tes DNA, apalagi kalau jasadnya sudah tidak berbentuk manusia lagi.

DNA adalah rangkaian molekul penentu bentuk dan sifat semua makhluk hidup. Semua makhluk hidup punya DNA. Manusia, kucing, monyet, pohon, tomat, pisang, bayam, dinosaurus. Semua punya kode genetik yang menentukan bentuk dan sifat-sifat mereka. Jadi kenapa kita terbentuk seperti manusia, atau tumbuhan berbentuk seperti tumbuhan, atau kenapa kita mirip dengan orangtua kita, dan berbeda dengan orang lain. Ada orang yang berkulit putih, ada yang sawo matang. Ada yang rambutnya bule atau berwarna hitam. Semuanya karena kita mempunyai elemen-elemen pembentuk biologis yang unik, yang namanya molekul DNA itu

DNA adalah resep, skema, sistematika, manual, peta, cetak biru, rancangan, dan informasi biologis yang unik dari makhluk hidup. Persis seperti setiap bangunan gedung yang ada cetak birunya masing-masing. Tidak hanya bentuk fisik makhluk hidup, tapi juga sifat, lewat keturunan. Jadi sifat manusia bisa terbentuk dari 2 hal:

1. Turunan genetik, lewat DNA dari orangtua kita.

2. Unsur lingkungan (Michel Peyrard, 2004)

2.2  BLAST

Perangkat bioinformatika yang berkaitan erat dengan penggunaan pangkalan data sekuens Biologi ialah BLAST (Basic Local Alignment Search Tool). Penelusuran BLAST (BLAST search) pada pangkalan data sekuens memungkinkan ilmuwan untuk mencari sekuens baik asam nukleat maupun protein yang mirip dengan sekuens tertentu yang dimilikinya. Hal ini berguna misalnya untuk menemukan gen sejenis pada beberapa organisme atau untuk memeriksa keabsahan hasil sekuensing atau untuk memeriksa fungsi gen hasil sekuensing. Algoritma yang mendasari kerja BLAST adalah penyejajaran sekuens.

PDB (Protein Data Bank, Bank Data Protein) ialah pangkalan data tunggal yang menyimpan model struktur tiga dimensi protein dan asam nukleat hasil penentuan eksperimental (dengan kristalografi sinar-X, spektroskopi NMR, dan mikroskopi elektron). PDB menyimpan data struktur sebagai koordinat tiga dimensi yang menggambarkan posisi atom-atom dalam protein atau pun asam nukleat.

2.3  PCR dan ELEKTROFORESIS

2.3.1 PCR

PCR adalah suatu metode in vitro yang digunakan untuk mensintesis sekuens tertentu DNA dengan menggunakan dua primer oligonukleotida yang menghibridisasi pita yang berlawanan dan mengapit dua target DNA. Kesederhanaan dan tingginya tingkat kesuksesan amplifikasi sekuens DNA yang diperoleh menyebabkan teknik ini semakin luas penggunaannya.

Pada dasarnya reaksi PCR adalah tiruan dari proses replikasi DNA in vivo, yaitu dengan adanya pembukaan rantai DNA (denaturasi) utas ganda, penempelan primer (annealing) dan perpanjangan rantai DNA baru (extension) oleh DNA polimerase dari arah terminal 5’ ke 3’. Hanya saja pada teknik PCR tidak menggunakan enzim ligase dan primer RNA. Secara singkat, teknik PCR dilakukan dengan cara mencampurkan sampel DNA dengan primer oligonukleotida, deoksiribonukleotida trifosfat (dNTP), enzim termostabil Taq DNA polimerase dalam larutan DNA yang sesuai, kemudian menaikkan dan menurunkan suhu campuran secara berulang beberapa puluh siklus sampai diperoleh jumlah sekuens DNA yang diinginkan (Brown, 2002).

PCR adalah proses enzimatik dimana suatu area spesifik dari DNA direplikasikan berulang-ulang untuk menghasilkan banyak kopi dari sekuen tertentu. Pengkopian molekuler ini meliputi proses pemanasan dan pendinginan sampel dalam suatu siklus panas tertentu yang melebihi dari 30 siklus (http://ariefatoes.wordpress.com/2008/11/07/pcr/)

Komponen dan Tahapan PCR

Penggandaan urutan basa nukleotida berlangsung melalui reaksi polimerisasi yang dilakukan berulang-ulang secara berantai selama beberapa putaran (siklus). Tiap reaksi polimerisasi membutuhkan komponen-komponen sintesis DNA seperti untai DNA yang akan digunakan sebagai cetakan (templat), molekul oligonukleotida untai tunggal dengan ujung 3’-OH bebas yang berfungsi sebagai prekursor (primer), sumber basa nukleotida berupa empat macam dNTP (dATP, dGTP, dCTP, dTTP), dan enzim DNA polimerase.

DNA templat adalah DNA untai ganda yang membawa urutan basa fragmen atau gen yang akan digandakan. Urutan basa ini disebut juga urutan target (target sequence). Penggandaan urutan target pada dasarnya merupakan akumulasi hasil polimerisasi molekul primer.

Primer adalah molekul oligonukleotida untai tunggal yang terdiri atas sekitar 30 basa. Polimerisasi primer dapat berlangsung karena adanya penambahan basa demi basa dari dNTP yang dikatalisasi oleh enzim DNA polimerase. Namun, pada PCR enzim DNA polimerase yang digunakan harus termostabil karena salah satu tahap reaksinya adalah denaturasi untai ganda DNA yang membutuhkan suhu sangat tinggi (sekitar 95ºC). Salah satu enzim DNA polimerase yang umum digunakan adalah Taq DNA polimerase, yang berasal dari bakteri termofilik Thermus aquaticus.

Tiap putaran reaksi PCR terdiri atas tiga tahap, yaitu denaturasi templat, penempelan primer, dan polimerisasi primer, yang masing-masing berlangsung pada suhu lebih kurang 95ºC, 50ºC, dan 70ºC. Pada tahap denaturasi, pasangan untai DNA templat dipisahkan satu sama lain sehingga menjadi untai tunggal. Pada tahap selanjutnya, masing-masing untai tunggal akan ditempeli oleh primer. Jadi, ada dua buah primer yang masing-masing menempel pada untai tunggal DNA templat. Biasanya, kedua primer tersebut dinamakan primer maju (forward primer) dan primer mundur (reverse primer). Setelah menempel pada untai DNA templat, primer mengalami polimerisasi mulai dari tempat penempelannya hingga ujung 5’ DNA templat (ingat polimerisasi DNA selalu berjalan dari ujung 5’ ke 3’ atau berarti dari ujung 3’ ke 5’ untai templatnya). Dengan demikian, pada akhir putaran reaksi pertama akan diperoleh dua pasang untai DNA jika DNA templat awalnya berupa sepasang untai DNA.

Pasangan-pasangan untai DNA yang diperoleh pada suatu akhir putaran reaksi akan menjadi templat pada putaran reaksi berikutnya. Begitu seterusnya hingga pada putaran yang ke n diharapkan akan diperoleh fragmen DNA pendek sebanyak 2n – 2n. Fragmen DNA pendek yang dimaksudkan adalah fragmen yang ukurannya sama dengan jarak antara kedua tempat penempelan primer. Fragmen pendek inilah yang merupakan urutan target yang memang dikehendaki untuk digandakan (diamplifikasi).

Bisa kita bayangkan seandainya PCR dilakukan dalam 20 putaran saja, maka pada akhir reaksi akan diperoleh fragmen urutan target sebanyak 220 – 2.20 = 1.048576 – 40 = 1.048536 ! Jumlah ini masih dengan asumsi bahwa DNA templat awalnya hanya satu untai ganda. Padahal kenyataannya, hampir tidak mungkin DNA templat awal hanya berupa satu untai ganda. Jika DNA templat awal terdiri atas 20 untai ganda saja, maka jumlah tadi tinggal dikalikan 20 menjadi 20.970.720, suatu jumlah yang sangat cukup bila akan digunakan sebagai fragmen pelacak.

Perancangan Primer

Tahapan PCR yang paling menentukan adalah penempelan primer. Sepasang primer oligonukleotida (primer maju dan primer mundur) yang akan dipolimerisasi masing-masing harus menempel pada sekuens target, tepatnya pada kedua ujung fragmen yang akan diamplifikasi. Untuk itu urutan basanya harus komplementer atau setidak-tidaknya memiliki homologi cukup tinggi dengan urutan basa kedua daerah ujung fragmen yang akan diamplifikasi itu. Padahal, kita belum mengetahui dengan pasti urutan basa sekuens target. Oleh karena itu, diperlukan cara tertentu untuk merancang urutan basa kedua primer yang akan digunakan.

Dasar yang digunakan adalah urutan basa yang diduga mempunyai kemiripan dengan urutan basa sekuens target. Urutan ini adalah urutan serupa dari sejumlah spesies/strain organisme lainnya yang telah diketahui/dipublikasikan. Sebagai contoh, untuk merancang sepasang primer yang diharapkan dapat mengamplifikasi sebagian gen lipase pada isolat Bacillus termofilik tertentu dapat digunakan informasi urutan basa gen lipase dari strain-strain Pseudomonas fluorescens, P. mendocina , dan sebagainya, yang sebelumnya telah diketahui.

Urutan-urutan basa fragmen tertentu dari berbagai strain tersebut kemudian dijajarkan dan dicari satu daerah atau lebih yang memperlihatkan homologi tinggi antara satu strain dan lainnya. Daerah ini dinamakan daerah lestari (conserved area). Sebagian/seluruh urutan basa pada daerah lestari inilah yang akan menjadi urutan basa primer.

Sebenarnya, daerah lestari juga dapat ditentukan melalui penjajaran urutan asam amino pada tingkat protein. Urutan asam amino ini kemudian diturunkan ke urutan basa DNA. Dari satu urutan asam amino sangat mungkin akan diperoleh lebih dari satu urutan basa DNA karena setiap asam amino dapat disandi oleh lebih dari satu triplet kodon. Dengan demikian, urutan basa primer yang disusun dapat merupakan kombinasi beberapa kemungkinan. Primer dengan urutan basa semacam ini dinamakan primer degenerate. Selain itu, primer yang disusun melalui penjajaran urutan basa DNA pun dapat merupakan primer degenerate karena urutan basa pada daerah lestari di tingkat DNA pun tidak selamanya memperlihatkan homologi sempurna (100%).

Urutan basa pasangan primer yang telah disusun kemudian dianalisis menggunakan program komputer untuk mengetahui kemungkinan terjadinya primer-dimer akibat homologi sendiri (self-homology) atau homologi silang (cross-homology). Selain itu, juga perlu dilihat kemungkinan terjadinya salah tempel (mispriming), yaitu penempelan primer di luar sekuens target. Analisis juga dilakukan untuk mengetahui titik leleh (Tm) masing-masing primer dan kandungan GC-nya. Sepasang primer yang baik harus mempunyai Tm yang relatif sama dengan kandungan GC yang cukup tinggi (http://biomol.wordpress.com/bahan-ajar/pcr/)

2.3.2 ELEKTROFORESIS

Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik. Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk molekulnya. Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang terkait dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan:

F adalah gaya Lorentz, q adalah muatan yang dibawa oleh objek, E adalah medan listrik. Secara umum, elektroforesis digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA.

Jenis elektroforesis

Perangkat elektroforesis gel.

Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak, terutama ialah ion-ion kompleks. Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan. Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan, konsentrasi elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas, dan adsorpsivitas zat terlarut.

Elektroforesis gel ialah elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein-protein. Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media (http://id.wikipedia.org/wiki/Elektroforesis)

2.4  BIOINFORMATIKA

Bioinformatika adalah salah satu cabang baru ilmu biologi yang merupakan perpaduan antara biologi dan teknologi informasi. Menurut Durso (1997) bioinformatika adalah manajemen dan analisis informasi biologis yang disimpan dalam database.

Ilmu ini mengajarkan aplikasi, analisis, dan mengorganisir miliaran bit informasi genetik dalam sel mahluk hidup. Studi bioinformatika terutama didukung uleh studi genomik, biologi komputasi, dan teknologi komputer. Menurut Roderick (lihat Hieter & Boguski, 1997), genomik adalah studi yang berhubungan dengan pemetaan, sekuen, dan analisis genom. Walaupun belum jelas, secara umum Genomik bisa diartikan sebagai penggunaan informasi genom secara sistematis, dengan data eksperimental baru untuk menjawab permasalahan biologis, medis, maupun industri (Jordan, 1999).

Bioinformatika sendiri mencakup kajian yang lebih mendalam dari genomik. Dalam studi bioinformatika digunakan komputer yang mampu menyimpan data dalam jumlah yang sangat banyak dan didukung berbagai macam software untuk menganalisis jutaan data yang berasal dari mahluk hidup.

Perkembangan Bioinformatika

Studi Bioinformatika mulai tumbuh sebagai akibat dari perkembangan berbagai metode sekuens baru yang menghasilka data yang sangat banyak. Hal tersebut, secara kebetulan, didukung pula oleh teknologi penyimpanan, manajemen, dan pertukaran data melalui komputer. Inovasi dalam pemetaan dan sekuensing memiliki peran penting dalam proses pengambilan data biologis. Penggunaan Yeast Artificial Chromosome (YAC), sangat membantu dalam konstruksi peta fisik genom kompleks secara lengkap (Touchmann & Green, 1998). Untuk mengklon fragmen-fragmen DNA besar (sekitar 150.000 pasangan basa) digunakan bacterial Artificial Chromosome (BAC).

Kemungkinan, teknologi yang paling banyak kontribusinya adalah teknologi PCR. Walaupun tergolong tua (PCR ditemukan tahun 1985), meode ini sangat efektif, dan telah mengalami penyempurnaan selama bertahun-tahun.

Perkembangan teknologi sekuensing dimulai dan semi-automatic sequencer yang pertama pada tahun 1987, dilanjutkan dengan Taq Cycle sequencing pada tahun 1990. Pelabelan Flourescen fragmen DNA dengan Sanger dideoxy Chain Termination Method, merupakan dasar bagi proyek sekuensing skala besar (Venter et. al., 199).

Seluruh perkembangan tersebut sia-sia saja tanpa obyek yang diteliti, yang memiliki nilai komersil tinggi dan data yang berlimpah. Gampang ditebak, pasti Manusia melalui Human Genome Project. Selain perkembangan dalam bidang Genomik, Bioinformatika sangat dipengaruhi oleh perkembangan di bidang teknologi informasi dan komputer.

Pada fase awal (sekitar tahun 80-an) perkembangan yang paling signifikan adalah kapasitas penyimpanan data. Dari hanya baeberapa puluh byte (1980), hingga mencapai Terabyte (1 terabyte=1 trilyun byte), setelah pembuatan database, selanjutnya dimulai perkembangan pemuatan perangkat lunak untuk mengolah data. Awalnya, metode yang digunakan hanya pencariaan kata kunci, dan kalimat pendek. perkembangan selanjutnya berupa perangkat lunak dengan algoritma yang lebih kompleks, seperti penyandian nukleotida, menjadi asam-asam amino, kemudian membuat struktur proteinnya.

Saat ini, perangkat lunak yang tersedia meliputi pembacaan sekuens nukleotida dari gel elektroforesis, prediksi kode protein, identifikasi primer, perbandingan sekuens, analisis kekerabatan, pengenalan pola dan prediksi struktur. Dengan perkembangan seperti diatas, ternyata masih belum cukup. Kurangnya pemahaman terhadap sistem biologis dan organisasi molekular membua analisis sekuens masih mengalami kesulitan. Perbandingan sekuens antar spesies masih sulit akibat variabilitas DNA. Usaha yang dilakukan saat ini, baru mencoba mempelajari eori-teori tersebut melalui proses inferensi, penyesuaian model, dan belajar dari contoh yang tersedia (Baldi & Brunac, 1998).

Perkembangan perangkat keras komputer juga berperan sangat penting. Kecepatan prosesor, kapasitas RAM, dan kartu grafik merupakan salah satu pendorong majunya bioinformatika. Terakhir perkembangan bioinformatika sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan jaringan Internet. Mulai dari e-mail, FTP, Telnet (1980-an), Gopher, WAIS, hingga ditemukannya World Wide Web oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990, mendukung kemudahan transfer data yang cepat dan mudah. Saat ini, telah tersedia sekitar 400 database biologis yang dapat diakses melalui internet.

Potensi dan Aplikasi Bioinformatika

Potensi komersial dari aplikasi bioinformatika sangat menggiurkan. Pada tahun 1998 saja, pangsa pasarnya mencapai sekitar $290 juta, dan diperkirakan akan mencapai $2 milyar pada tahun 2005. Selama bulan Maret tahun 2000 investasi pada bidang ini sedikitberkurang. Hal tersebut disebabkan oleh pernyataan Presiden AS Bill Clinton dan PM Inggris Tony Blair, yang membebaskan akses terhadap informasi genom manusia sehingga dianggap menghalangi paten terhadap genom manusia. Tapi, pada akhir bulan, investasi mulai kembali normal karena bioinformatika masih dianggap cukup prospektif di masa depan.

Menurut laporan Ventureone di Amerika Serikat pada tahun 2001 dana-dana ventura telah mencapai $700 juta digunakan untuk pengembangan bioinformatika. Sementara itu, kepala Divisi Teknologi Khusus untuk Bioinformatika yang pertama di Microsoft menganggap, ini adalah peluang yang amat besar. Penjualan komputer untuk ilmuwan-ilmuwan akan mencapai $43 juta.

Beberapa aplikasi bioinformatika

1.      Transformasi sekuen menjadi informasi genetik.

Intinya adalah menjual data, dalam bentuk gen komplit, atau fragmen, yang dapat digunakan oleh pihak lain untuk mencari potensi terhadap gen tersebut.

2.      Pasien sebagai komoditas

Pasien dengan kecenderungan terhadap penyakit tertentu dapat diketahui, sehingga mudah sekali bagi perusahaan oba untuk menawarkan produknya.

3.      Mencari potensi gen

Potensi dari sebuah gen sangat beragam, bergantung pada ekspresi gen tersebut. Aplikasi lebih lanjut dapat berupa transgenik, terapi genetik, atau berbagai rekayasa dan pemanfaatan geneik lainnya.

Permasalahan dan tantangan yang dihadapi

Perkembangan yang sedemikian pesat menghasilkan berbagai teknik dan perangkat baru dalam melakukan manajemen dan analisis data. Karena beragamnya teknik dan perangkat tersebut, terjadi kesulitan dalam perbandingan, penyimpanan, dan analisis data dari berbagai platform (Ladd, 2000).

Usaha standarisasi sedang dilakukan belakangan ini. Salah satu usaha standarisasi yang paling terkenal adalah BioStandard Project yang dilakukan oleh European Bioinformatics Institute (Cambridge, UK). Proyek ini didanai oleh European Bioinformatics Institute, The European Commission, dan beberapa perusahaan farmasi. Dalam proyek tersebut, dilakukan pengembangan perangkat lunak pengolah data yang sesuai dengan standar saat ini maupun masa depan (Murray-Rust, 1994).

Selain standarisasi, bioinformatika juga memiliki masalah lain, yaitu pengolahan data. Saat ini, data yang berhasil dikumpulkan saat ini, sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dianalisis. Data dasar yang diperoleh dari data genomik hanya berupa sekumpulan simbol A, G, T, dan C yang jumlahnya mencapai milyaran bahkan trilyunan. Kesulitannya adalah bagaimana merubah simbol tersebut menjadi -misalnya- gen penyakit asma. Proses menganalisis data genomik menjadi informasi yang dapat dimengerti biasa disebut Data Mining. Dalam proses Data Mining digunakan teknologi pengenalan pola (Pattern Recognition Technology) dan analisis statistika untuk mengolah data dalam jumlah banyak (Wedin, 1999). Tujuan dari Data mining adalah untuk mencari korelasi baru, pola, dan trend.

Permasalahan lain pun muncul menghadang. Sebagai disiplin ilmu yang baru terbentuk, bioinformatika kekurangan SDM yang kompeten. Hal tersebut dijelaskan oleh Craig Benham, seorang Profesor pada sekolah kedokteran Mount Sinai di New York. Ia mengajar bioinformatika aplikasi teknologi informasi. Seperti dijelaskan Benham, ia pada tahun 2000-2001 tidak memiliki murid di program pasca sarjananya. Padahal, diprediksikan bidang ini membutuhkan sekitar 20.000 tenaga kerja terlatih yang kompeten dalam bidang biologi sekaligus ilmu komputer (http://fahrezamaulana.blogspot.com/2011/03/perkembangan-bioteknologi.html)

2.5  EKSTRAKSI DNA PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK

DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan secara seluler. DNA terdapat pada nukleus, mitokondria dan kloroplas. Perbedaan di antara ketiganya adalah: DNA nukleus berbentuk linear dan berasosiasi sangat erat dengan protein histon, sedangkan DNA mitokondria dan kloroplas berbentuk sirkular dan tidak berasosiasi dengan protein histon. Selain itu, DNA mitokondria dan kloroplas memiliki ciri khas, yaitu hanya mewariskan sifat-sifat yang berasal dari garis ibu. Hal ini sangat berbeda dengan DNA nukleus yang memiliki pola pewarisan sifat dari kedua orangtua. Dilihat dari organismenya, struktur DNA prokariot berbeda dengan struktur DNA eukariot. DNA prokariot tidak memiliki protein histon dan berbentuk sirkular, sedangkan DNA eukariot berbentuk linear dan memiliki protein histon (Klug & Cummings 1994: 315–316; Raven & Johnson 2002: 94).

DNA memiliki struktur pilinan utas ganda yang antiparalel dengan komponen-komponennya, yaitu gula pentosa (deoksiribosa), gugus fosfat, dan pasangan basa. Pasangan basa pada DNA terdiri atas dua macam, yaitu basa purin dan pirimidin. ‘Basa purin terdiri atas adenin (A) dan guanin (G) yang memiliki struktur cincin-ganda, sedangkan basa pirimidin terdiri atas sitosin (C) dan timin (T) yang memiliki struktur cincin-tunggal. Ketika Guanin berikatan dengan Sitosin, maka akan terbentuk tiga ikatan hidrogen, sedangkan ketika Adenin berikatan dengan Timin maka hanya akan terbentuk dua ikatan hidrogen. Satu komponen pembangun (building block) DNA terdiri atas satu gula pentosa, satu gugus fosfat dan satu pasang basa yang disebut nukleotida (Lewis 2003: 176–178).

Sebuah sel memiliki DNA yang merupakan materi genetik dan bersifat herediter pada seluruh sistem kehidupan. Genom adalah set lengkap materi genetik (DNA) yang dimiliki suatu organisme dan terorganisasi menjadi kromosom. (Human Genome Project 2005: 1).

Isolasi DNA diawali dengan perusakan dan atau pembuangan dinding sel, yang dapat dilakukan baik dengan cara mekanis seperti sonikasi, tekanan tinggi, beku-leleh maupun dengan cara enzimatis seperti pemberian lisozim. Langkah berikutnya adalah lisis sel. Bahan-bahan sel yang relatif lunak dapat dengan mudah diresuspensi di dalam medium bufer nonosmotik, sedangkan bahan-bahan yang lebih kasar perlu diperlakukan dengan deterjen yang kuat seperti triton X-100 atau dengan sodium dodesil sulfat (SDS).

Pada eukariot langkah ini harus disertai dengan perusakan membran nukleus. Setelah sel mengalami lisis, remukan-remukan sel harus dibuang. Biasanya pembuangan remukan sel dilakukan dengan sentrifugasi. Protein yang tersisa dipresipitasi menggunakan fenol atau pelarut organik seperti kloroform untuk kemudian disentrifugasi dan dihancurkan secara enzimatis dengan proteinase. DNA yang telah dibersihkan dari protein dan remukan sel masih tercampur dengan RNA sehingga perlu ditambahkan RNAse untuk membersihkan DNA dari RNA. Molekul DNA yang telah diisolasi tersebut kemudian dimurnikan dengan penambahan amonium asetat dan alkohol atau dengan sentrifugasi kerapatan menggunakan CsCl .

Teknik isolasi DNA tersebut dapat diaplikasikan, baik untuk DNA genomik maupun DNA vektor, khususnya plasmid. Untuk memilih di antara kedua macam molekul DNA ini yang akan diisolasi dapat digunakan dua pendekatan. Pertama, plasmid pada umumnya berada dalam struktur tersier yang sangat kuat atau dikatakan mempunyai bentuk covalently closed circular (CCC), sedangkan DNA kromosom jauh lebih longgar ikatan kedua untainya dan mempunyai nisbah aksial yang sangat tinggi. Perbedaan tersebut menyebabkan DNA plasmid jauh lebih tahan terhadap denaturasi apabila dibandingkan dengan DNA kromosom. Oleh karena itu, aplikasi kondisi denaturasi akan dapat memisahkan DNA plasmid dengan DNA kromosom.

Pendekatan kedua didasarkan atas perbedaan daya serap etidium bromid, zat pewarna DNA yang menyisip atau melakukan interkalasi di sela-sela basa molekul DNA. DNA plasmid akan menyerap etidium bromid jauh lebih sedikit daripada jumlah yang diserap oleh DNA kromosom per satuan panjangnya. Dengan demikian, perlakuan menggunakan etidium bromid akan menjadikan kerapatan DNA kromosom lebih tinggi daripada kerapatan DNA plasmid sehingga keduanya dapat dipisahkan melalui sentrifugasi kerapatan (http://ruangilmu.com/index.php?action=artikel&cat=26&id=202&artlang=id)

2.6  POHON FILOGENETIK

Pohon filogenetika atau pohon evolusi adalah diagram percabangan atau “pohon” yang menunjukkan hubungan evolusi antara berbagai spesies makhluk hidup berdasarkan kemiripan dan perbedaan karakteristik fisik dan/atau genetik mereka. Takson yang terhubung pada pohon tersebut berarti diturunkan dari satu nenek moyang bersama. Penggambaran pertama pohon ini antara lain ditemukan pada buku Elementary Geology dari Edward Hitchcock (1840) dan The Origin of Species dari Charles Darwin (1859).

Pohon filogenetika ini dapat diaplikasikan untuk membuat sistematika biologi, seperti pohon kehidupan. Selain itu pohon ini dapat digunakan untuk mencari fungsi dari suatu gen atau protein, riset medis dan epidemiologi seperti HIV, dan studi evolusi (http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_filogenetika)

Pohon filogenetik dibuat untuk memvisualisasikan hubungan evolusi diantara berbagai spesies atau benda-benda lain. Pohon filogenetik yang berupa diagram bercabang-cabang ini dapat dikonstruksi berdasarkan kesamaan atau perbedaan sifat fisik atau genetik seperti sekuen DNA, sekuen asam amino (protein), pola pemotongan enzim restriksi, ukuran allel pada analisa microsatellite, dan lain-lain. Dalam artikel ini kita akan membuat pohon filogenetik berdasarkan sekuen DNA gen 16S ribosomal RNA dari bakteri-bakteri.

Misalkan kita mengisolasi bakteri-bakteri yang hidup di permukaan kulit kita, misalnya ketiak yang kaya akan bakteri golongan Micrococcaceae, kemudian kita mengisolasi DNA genom bakteri-bakteri tersebut secara langsung dan melakukan amplifikasi PCR untuk gen 16S rRNA menggunakan primer universal. Produk PCR tersebut diklon ke plasmid dan setiap klon yang tumbuh dianalisa sekuen DNA insertnya yang notabene adalah sekuen dari gen 16S rRNA bakteri-bakteri yang hidup di dalam tanah sampel kita tadi.

Untuk melihat hubungan kekerabatan antar spesies bakteri yang hidup di permukaan kulit tersebut, kita bisa mengkonstruksi pohon filogenetik berdasarkan sekuen gen 16S rRNA mereka (http://www.fp.unud.ac.id/biotek/analisis-molekuler/aplikasi-molecular-marker-molecular-systematic/)

III.            MATERI DAN METODE

 

3.1. WAKTU DAN TEMPAT

Hari/ tanggal : Jumat, 17 jauni 2011

Waktu           : 10.00 – selesai

Tempat         : Laboratorium Terpadu

3.2. ALAT DAN BAHAN

3.2.1. Visualisasi Ekstraksi DNA Eukariotik (Strawbery)

Alat dan Bahan :

Nama Alat

Fungsi

1.     Tabung sentrifugase 50 ml

2.     Baker glass

3.     Plastik Zip-lock

4.     SaringanUntuk meletakkan larutan juice strawberry serta bahan lainnya.

Untuk mengukur cairan yang akan digunakan.

Untuk tempat strawberry yang akan diremas.

Untuk memisahkan cairan dan ampas strawberry.

Nama Bahan

Fungsi

1.     95% Alkohol (ice cold)

2.     Strawbery

3.     Lysis buffer

4.     Garam iodium

5.     Air destilasi

6.     EnzimUntuk proses visualisasi DNA

Untuk bahan visualisasi pengambilan DNA

Untuk memecah sel DNA

Untuk campuran lysis buffer

Untuk campuran larutan lysis buffer

Untuk mempercepat proses visualisasi DNA

3.2.2. Visualisasi Ekstraksi DNA Prokariotik

Alat dan bahan:

Nama Alat

Fungsi

1.     Tube

2.     Mikro pipet

3.     Jarum oce

4.     Almari pendingin (Freezer)

5.     BunsenUntuk tempat bakteri beserta larutan

Untuk mengambil ukuran larutan

Untuk mengambil bakteri

Untuk membekukan campuran bakteri dengan larutan.

Untuk sterilisasi

Nama Bahan

Fungsi

1.     Bakteri

2.     EnzimUntuk sample

Untuk mempercepat proses visualisasi

3.2.3. Elektroforesis

Alat dan Bahan:

Nama Alat

Fungsi

1.     Tube

2.     Cell elektroforesis

3.     Agar rose

4.     DNAUntuk tempat sampel

Untuk memisahkan fragmen DNA

Untuk meletakkan sampel dalam cell elektroforesis

Untuk sampel

3.2.4. Analisis sequen DNA dengan Blast

Alat dan Bahan:

Nama Alat

Fungsi

1.     Komputer / laptop

2.     Jaringan internetUntuk melihat hasil dari sequen DNA

Untuk dihubungkan ke computer serta sequen DNA

Nama Bahan

Fungsi

1.     Hasil sequen DNA Untuk mengetahui hasil sequen

3.2.5. Pengolahan data hasil identifikasi sekuen dengan menggunakan program bioinformatika

Alat dan Bahan:

Nama Alat

Fungsi

1.     Komputer/ laptop

2.     Softwere ClustalX dan NJ plotUntuk melihat hasil dari sequen DNA

Untuk pengolahan data sequen DNA

Nama Bahan

Fungsi

1.     Hasil – hasil sekuen Untuk hasil dari data

3.3. METODE

3.2.1. Visualisasi Ekstraksi DNA Eukariotik (Strawbery)

1.           Ambil 1 buah strawberry, kemudian dibelah/dibagi menjadi 2 bagian

2.           Letakkan sebagian strawberry ke dalam plastik ziplock dan remas-remas dengan jari tangan hingga menjadi cairan juice

3.           Tambahkan 10 ml buffer lisis ke dalam plastik dan tutup kembali

4.           Lanjutkan meremas dan ekdtrak yang ada

5.           Kemudian larutan disaring/filter dan biarkan selama 10 menit

6.           Buang saringan dan ekstrak yang ada

7.           Teteskan sebanyak 2-4 tetes enzim ke dalam tabung yang telah berisi strawberry dan larutan

8.           Tuangkan sebanyak 30 ml 95% alkohol dingin ke dalam tabung sentrifuge 50 ml

9.           Lalu tuangkan larutan yang telah disaring ke dalam tabung, tutup tabungnya dan diamati sampai terlihat DNA mulai presipitasi sampai beberapa saat

3.2.2. Visualisasi Ekstraksi DNA Prokariotik

1.           Dalam kondisi aseptis, isi tabung apendorf 1,5 ml dengan aquadest

2.           Kemudian ambil 1 ose kultur bakteri dan inokulasikan kedalam tabung apendorf tersebut

3.           Suspense bakteri tersebut kemudian dimasukkan kedalam freezer

4.           Diamkan hingga mengkristal

5.           Sementara itu panaskan air hingga suhu air mencapai 90oC

6.           Sementara itu suspense mengkristal, rendam tabung apendorf di air selama 10 menit

7.           Ulangi langkah diatas sebanyak tiga kali

3.2.3. Elektroforesis

1.           Gel elektroforesis 2% dimasukkan ke dalam alat Gelmate Elektroforesis

2.           DNA yang terdapat pada tabung tube diambil dengan pipet mikro

3.           Masukkan DNA pada sumur atau lubang elektroforesis yang terdapat pada gel elektroforesis

4.           Nyalakan alat dengan ketentuan voltage dan suhu yang telah ditentukan.

3.2.4. Analisis sequen DNA dengan Blast

1.           Setelah komputer dihidupkan, aktifkan sambungan internet

2.           Cari web BLAST http://www.ncbi.nlm.nih.gov./Blast.cgi

3.           Klik nucleotide blast

4.           Enter query sequen dengan cara copy/paste

5.           Kemudian setelah semua perintah dilengkapi klik submit

6.           Tunggu beberapa saat, dan hasil identifikasi sekuen bisa diamati

7.           Catat hasilnya untuk laporan praktikum

3.2.5. Pengolahan data hasil identifikasi sekuen dengan menggunakan program bioinformatika

1.           Simpan data nukleotida bakteri yang akan diolah dalam bentuk txt.

2.           Buka program ClustalX kemudian pilih file kemudian Load

3.           Pilih data yang sudah disimpan kemudian pilih Alignment dilanjutkan Do Complete Alingment

4.           Pilih Tree kemudian seklish exclude, boot strap dan draw N-J tree. Data akan tersimpan dalam bentuk phb, ph dan dnd

5.           Selanjutnya buka program N-J plot

6.           Buka ketiga data yang tersimpan dalam format phb

7.           Setelah data tampil dilanjutkan dengan edit copy untuk memindahkannya ke dalam word.

IV.                HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1  Hasil

4.1.1         Visualisasi Ekstrasi DNA Eukariotik

Pada isolasi DNA eukariot didapatkan hasil, DNA naik keatas setelah diberi alcohol dengan warna dari DNA itu sendiri berwarna bening dan berupa benang-benang putih

4.1.2         Visualisasi Ekstrasi DNA Prokariotik

Pada isolasi DNA prokariot didapatkan dari sampel DNA, dengan suspense mengkristal setelah dimasukkan kedalam freezer

4.1.3         Analisis Sequen DNA dengan Blast

4.1.4        Pengolahan Data Hasil Identifikasi Sekuen dengan Menggunakan Program Bionformatika

4.2  Pembahasan

4.2.1        Visualisasi Ekstrasi DNA

Praktikum kali ini menggunakan isolasi DNA dari tumbuhan, yaitu strawberry. Hal ini dilakukan karena sel tumbuhan berupa strawberry membrane plasmanya dilindungi oleh dinding sel yang kaku dan untuk mengisolasi DNA dilakukan dengan memecah dinding sel tersebut, sedangkan pada hewan membran plasma merupakan penghalang memisahkan isi sel dan lingkungan ekstraseluler sehingga untuk memisahkan DNA hewan tersebut lebih rumit daripada mengisolasi DNA tumbuhan.

Tekhnik isolasi DNA memerlukan lisis sel, yang dilanjutkan dengan ekstraksi protein dengan menggunakan larutan organik berbasis fenol dan presipitasi DNA dalam ethanol. Kemurnian DNA dapat diketahui dengan menggunakan spektrofotometri dengan menghitung ratio hasil pengamatan pada panjang gelombang 260 nm dan 280 nm = 1,8. Keutuhan relative DNA dapat dilakukan dengan gel elektroforesis. Apabila purifikasi diperlukan, metode kromatografi bisa digunakan atau dengan penambahan enzim RNase. Tetapi pada praktikum ini tidak dilakukan elektroforesis karena keterbatasan alat yang di laboratorium. Sehingga hanya dilakukan isolasi DNA dari strowberry.

Ada 5 tahap untuk melakukan isolasi DNA, yaitu: isolasi sel, pelisisan dinding dan membran sel, pengekstraksian dalam larutan, purifikasi, dan presipitasi. Tahap pertama yang dilakukan yaitu mengisolasi sel yang ingin digunakan, yaitu sel bakteri. Tahap selanjutnya yaitu melisiskan dinding dan membran sel dengan larutan pelisis sel. Pada isolasi dari genom DNA ini semua sel mempunyai membrane plasma, lapisan lipoprotein ganda yang membentuk  penghalang memisahkan isi sel dari lingkungan ekstraseluler. pada DNA terdapat didalam suatu sel sehingga untuk mengisolasi dari suatu DNA, harus dilakukan pemecahan sel secara fisik yang diantaranya yaitu seperti mechanical destruption, liquid homozigation, sonofikasi, freeze dan manual grinding.

4.2.2        Analisis Sequen DNA dengan Blast

Analisa DNA sequencing merupakan salah satu alat yang digunkan untuk mengetahiu genetik dari makhluk hidup dan mempelajari hubungan kekerabatan suatu sekuens baru dengan beberapa sekuens lainnya yang telah terlebih dahulu diketahui. DNA sequencing menggunakan elektrophoresis kapiler yang merupakan teknologi kunci pada laboratorium-laboratorium life science.

Analisis sequen DNA adalah dengan menggunakan BLAST. Denganmelakukan analisis sekuensing dari DNA, maka dapat diketahui dari jenis – jenis bakteri dan sumber atau asal dari suatu bakteri tersebut. Untuk pemilihan bakteri pada analisis sekuensing DNA ini, pemilihanya dilakukan secara random atau acak tidak berdasarkan ketentuan secara urut. Sedangkan untuk penetuan dari sequencing DNA ini diproses dengan progam bioinformatika, dengan progam tersebut maka akan diketahui dari pohon filogenik dari suatu bakteri yang dimasukan kedalam pemrosesan data tersebut. Data dari suatu DNA ini didapat dari GenBank.

Urutan basa suatu DNA dapat ditentukan dengan teknik DNA Sequencing, metode yang umum digunakan saat ini adalah metode Sanger (chain terminationmethod) yang sudah dimodifikasi menggunakan dye-dideoxy terminator, dimana proses awalnya adalah reaksi PCR dengan pereaksi yang agak berbeda, yaituhanya menggunakan satu primer (PCR biasa menggunakan 2 primer) dan adanya tambahan dideoxynucleotide yang dilabel fluorescent.

4.2.3        Pengolahan Data Hasil Identifikasi Sekuen dengan Menggunakan Program Bionformatika

Untuk mengidentifikasi DNA dapat dilakukan dengan menggunakan software bioinformatika yang bertujuan untuk mengetahui tingkat hubungan dari kekerabatan dari suatu mikroorganisme. Dengan pengolahan data dari hasil sekuensing DNA tersebut maka dapat dihasilkan berupa pohon filogenetik.

Bioinformatika menyimpan basis data sekuens biologis berupa basis data primer asam nukleat maupun protein, basis data sekunder untuk menyimpan motif sekuens protein, dan basis data struktur untuk menyimpan data struktur protein maupun asam nukleat. Basis data utama untuk sekuens asam nukleat saat ini adalah GenBank.

V.                KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1                   Kesimpulan

Dari praktikum dasar – dasar bioteknologi kali ini dapat diambil beberapakesimpulan yang diantaranya yaitu:

  1. DNA merupakan suatu polimer besar dengan property karakteristik fisik yang unik dan yang ditemukan pada Tahun 1869 Oleh Johann Friedrich Miescher.
  2. Bioinformatika adalah ilmu yang mempelajari penerapan tekhnik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologi. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statiska, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino.
  3. Analisa DNA sequencing sangat penting untuk mengetahui genetik kehidupan.
  4. BLAST merupakan alat bioinformatika yang berkaitan erat dengan penggunaan basis data sekuens biologis. Penelusuran BLAST untuk mencari sekuens asam nukleat maupun protein yang mirip dengansekuens tertentu yang dimilikinya dan algoritma yang mendasari kerja BLAST adalah penyejajaran sekuens.

5.2                   Saran

  1. Ke depannya asisten tetap ramah dan bersahabat dengan praktikan jadi komunikasi antara asisten dan praktikan lancar.
  2. Pengenalan akan peranan dan manfaat praktikum belum sepenuhnya dimengerti.

DAFTAR PUSTAKA

Artama, W.T. 1991. Rekayasa Genetika. Pusat Antar Universitas-Bioteknologi. UGM. Yogyakarta

Lehninger,  A.L. 1982. Dasar – dasar Biokimia. jilid 1. Penerbit Erlangga. Jakarta

Michel Peyrard, Nonlinear Dynamics and Statistical Physics of DNA, 2004

Mubarika, Sofia. 1990. Rekayasa Genetika. Pusat Antar Universitas-Bioteknologi UGM. Yogyakarta

http://ariefatoes.wordpress.com/2008/11/07/pcr/ (diakses pada 24 Juni 10.40 am WIB)

http://id.wikipedia.org/wiki/Elektroforesis (diakses pada 24 Juni 11.00 am WIB)

http://fahrezamaulana.blogspot.com/2011/03/perkembangan-bioteknologi.html (diakses pada 24 Juni 01.00 PM WIB)

http://ruangilmu.com/index.php?action=artikel&cat=26&id=202&artlang=id (diakses pada 24 Juni 1.20 PM WIB)

http://www.fp.unud.ac.id/biotek/analisis-molekuler/aplikasi-molecular-marker-molecular-systematic/ (diakses pada 24 Juni 2.10 PM WIB).

Praktikum Konservasi di Karimunjawa Island

Seperti yang kita tahu bahwa pulau Karimunjawa adalah salah satu pulau yang beautiful view-nya. Alhamdulillah aku dan teman-teman Ilmu Kelautan 2009 bisa singgah disana 3 hari 2 malam untuk melihat seperti apa isinya. Praktikum ini akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Juni 2011. Berangakat tanggal 11 dan pulang tanggal 13. Insyaallah akan menjadi sebuah trip yang menyenangkan. 🙂

Beda dengan teman-teman yang udah pernah menjejakkan kakinya disana untuk yang ke-2 ato yang ke-3 kalinya, tapi sungguh ini adalah suatu impian yang belum pernah aku rasakan dan aku bayangkan sebelumnya. Ech..salah, kala mau kesana berarti aku udah pernah membayangkan dan memirkannya karena apapun yang aku rasakan dan aku fikirkan pasti akan menjadi kenyataan. 🙂

Alhamdulillah..semoga perjalanan aku dan teman-teman dapat berjalan dengan lanca dan sukses untuk dapat menyelesaikan praktikum dengan baik. 🙂

Terima kasih untuk kesempatan yang  Tuhan udah kasih ke aku sehingga aku bisa masuk perguruan tinggi ini dan masuk jurusan ini sehingga aku bisa merasakan apa saja nikmat yang Engkau ciptakan untuk aku rasakan keindahannya. 🙂

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Eksistensi Hak Perikanan Tradisional : Perikanan Bagang Di Sulawesi Selatan

Dewasa ini eksistensi hak perikanan tradisional mulai diragukan eksistensinya. Hal ini tentu saja seiring dengan semakin berkembangnya teknologi yang memudahkan segala pekerjaan, termasuk di bidang perikanan. Untuk itu masyarakat tradisional telah kehilangan hak perikanan tradisionalnya terutama dalam menangkap ikan. Namun, eksistensi dari hak perikanan tradisional tersebut masih dapat kita temukan di beberapa daerah yang masih menyisakan dan mengeksistensikan hak perikanan tradisionalnya. Salah satunya adalah bangang di Sulawesi Selatan.
Hak Penangkapan Ikan di Laut :Perikanan Bagang
Bagang berasal dari Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Bagang adalah kerangka bangunan (menyerupai bentuk rumah panggung) yang terbuat dari bambu dan tiang-tiang yang ditancapkan didasar laut. Fungsi bagang sebagai tempat memasang jaring-jaring ikan, juga dimaksudkan sebagai pangkalan tempat ikan berkumpul dimalam hari , terutama pada malam yang gelap di luar bulan purnama dengan cara memasang lampu pada tiang-tiang bagang. Perikanan bagang, merupakan suatu bentuk teknologi tradisional penangkapan ikan yang dalam pengoprasiannya memiliki implikasi hukum, seperti hak penangkapan ikan di dalam dan di luar bagang.
Bagang merupakan salah satu bukti eksistensi hak perikanan tradisional di Indonesia. bagang adalah alat tangkap tradisional yang telah ada sejak turun temurun dalam masyarakat Bugis Sulawesi Selatan. Bagang sendiri memiliki arti spritual dan magis. Pada proses pendiriannya terlebih dahulu dilakukan ekplorasi lingkungan perairan guna menentukan lokasi yang tepat yang memiliki potensi ikan dan kelayakan teknis. Berdasarkan pengalaman mereka semakin dalam perairannya, maka semakin banyak ikan yang terdapat didalamnya.
Nelayan bagang tidak sembarangan mendirikan bagangnya, terdapat lokasi-lokasi tertentu yang diyakini sebagai wilayah keramat berdasarkan mitos turun-temurun dari nenek moyang mereka. Daerah yang diyakini tersebut biasanya ditandai dengan batu karang besar atau pohon baku yang secara ilmu pengetahuan modern merupakan daerah konservasi lait. Jadi dapat disimpulkan bahwa wilayahtersebut merupakan letak tata guna laut yang sengaja dilestarikan oleh pemimpin adat dimasa lampua namun dengan memberikan alasan melalui mitos yang secara turun temurun berkembang dan melegenda. Itulah salah satu cara masyarakat adat melestarikan dan menjaga ekosistem laut, dengan melemparkan mitos-mitos secara turun-temurun dan diyakini oleh para keterunannya.
Ruang Lingkup Penangkapan Ikan Nelayan Bagang.
Berdasarkan pasal 2 Undang-undang No. 9 Tahun 1985 tentang Perikanan disebutkan bahwa :
“wilayah perikanan Republik Indonesia meliputi :
a. perairan Indonesia ;
b. Sungai, danau, waduk, rawa, dan genangan air lainnya di dalam wilayah Republik Indonesia;
c. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.
Bagang didirikan di perairan yang dalam yang diyakini memiliki sumber kekayaan laut yang melimpah. Perairan di dalam dan disekitar bagang, diklaim oleh nelayan sebagai wilayah yang eksklusif bagi pemilik bagang. Hal ini berarti bahwa nelayan lain kehilangan akses atas wilayah yang diklaim tersebut. Ekslusifnya wilayah dagang tersebut dapat dikategorikan sebagai hak perikanan tradisonal.
Klaim nelayan tersebut memiliki dua versi. Pertama yang menganggap bahwa hale penangkapan ikan itu mencakup wilayah perairan di dalam dan disekitar bagang. Adapula yang mengklaim hak penangkapan ikan itu hanya melingkupi wilayah perairan yang terletak disebelah bagang. Nelayan bagang mengklaim wilayah diluar bagang ynag termasuk daerah hak penangkapan ikan mereka sejauh antara 20-50 meter dan sisi-sisi luar bagang.
Bagang menurut sejarah telah ada sejak jaman Hindia-Belanda , bahkan hak-hak penangkapan ikan tersebut dilindungi secara hukum yang memadai. Dalam ordinansi perikanan pantai (Kusvisserij Ordinantie)Sbld 1927 Nomor 144 terdapat ketentuan sebagai berikut :
“kepada siapa pun yang mengadakan penangkapan ikan pantai menurut ketentuan ordinansi ini, hanya diperbolehkan apabila mengindahkan hak-hak penangkapan ikan penduduk Indonesia sesuai dengan adat dan kebiasaannya, dan sesuai dengan ketetapan pemerintah mengenai wewenang daerah-daerah swapraja untuk mengatur hal-hal mengenai hasil-hasil laut di daerah pantainya.”

Dari penjelasan di atas maka jelas bahwa hak perikanan tradisional masih jelas keberadaannya di Indonesia. namun, kerap terjadi beberapa konflik didalamnya yang dapat menggoyahkan eksistensi dari hak perikanan tradisional tersebut. Beberapa konflik yang muncul dapat berupa pembongkaran paksa oleh aparat setempat karena dinilai melanggar ketentuan peraturan daerah. Seperti yang terjadi di Makassar tahun 1994. Dimana pemerintah membongkar 78 bagang yang terdapat di sepanjang aliran sungai Tallo. Pemerintah daerah berasumsi bahwa laut, sungai maupun danau merupakan milik bersama sehingga dengan adanya bagang yang disekitarnya terdapat daerah eksklusif yang diyakini sebagai milik dari pemilik bagang. Pendirian bagang-bagang dimata pemerintah daerah dipandang sebagai penghalang bagi orang lain untuk menggunakan sumber daya alam “milik bersama” tersebut. Hal ini meruapakan alasan logis bagi pemerintah karena didasarkan pada konsep “milik bersama” dari politik hukum perikanan nasional kita.

Kesimpulan

Seiring dengan pekembangan teknologi yang semakin pesat maka eksistensi hak perikanan tradisional pun semakin tergerus. Namun, hak perikanan tradisional tersebut tidak sepenuhnya musnah. Hal ini dilihat dari beberapa daerah yang masih menggunakan dan mempertahankan hak perikanan tradisionalnya, seperti alat tangkap bagang yang ada di Sulawesi Selatan. Bagang merupakan alat tradisional masyarakat adat yang dialihkan secara turun-temurun. Bagang merupakan bukti eksistensi dari hak perikanan tradisional di Indonesia.

Saran

Stakeholder seharusnya lebih memperhatikan hak perikanan tradisional dan menjaga eksistensinya. Mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar masih menggantungkan kehidupannya dengan alat tangkap tradisional yang semakin tergerus oleh perkembangan teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

Akmad Fauzi.2005. kebijakan perikanan dan kelautan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Sudirman Saad. 2009. Hak Pemeliharaan dan Penangkapan Ikan. Yogyakarta : LkiS

Penyelesaian Sengketa Nelayan Pelintas Batas di Wilayah Perikanan Australia


http://mukhtar-api.blogspot.com/2009/04/nelayan-hak-tradisional-dan-negara.html
http://www.satudunia.net/content/negara-harus-lindungi-hak-nelayan-tradisional
Undang-undang No 9 Tahun 1985 Tentang Perikana

T.I. Feat. Justin Timberlake – Dead and Gone

[Verse 1 – T.I.]:
Ever had one of dem days you wish woulda stayed home
Run into a group of niggas getting they hate on
You walk by they get wrong you reply then shit get blown
Way outta proportion way past discussion
Just you against them, pick one then rush em
Figure you get jumped hell thats next
They don’t wanna stop there now they bustin
Now you gushin, ambulance rushin you to the hospital
with a bad concussion
Plus ya hit 4 times plus it hit ya spine paralyzed waist down
now ya wheel chair bound
Never mind that now you lucky to be alive,
Just think it all started you fussin with 3 guys
Nigga ya pride in the way but ya pride is the way
You could fuck around get shot die any day
Niggas die every day, all over bullshit, dope, money
Dice game, ordinary hood shit
Could this be cuz of hip hop music?
Or did the ones with the good sense not use it?
Usually niggas don’t know what to do
When their back against the wall so they just start shootin
For red or for blue or for blow I guess,
From Bankhead or from your projects
No more stress, now I’m straight, now I get it now I take
Time to think, before I make mistakes just for my family’s sake
That part of me left yesterday the heart of me is strong today
No regrets I’m blessed to say the old me dead and gone away

[Chorus – Justin Timberlake]:
Ohh I’ve been travelin on this road too long (too long)
Just trying to find my way back home (back home)
The old me is dead and gone, dead and gone
Ohh I’ve been travelin on this road too long (too long)
Just trying to find my way back home (back home)
The old me is dead and gone, dead and gone

[Verse 2 – T.I.]:
I ain’t never been scared, I lived through tragedy
Situation coulda been dead lookin back at it
Most of that shit didn’t even have to happen
But you don’t think about it when you out there trappin
In apartments hangin, smokin and rappin
Niggas start shit didn’t next thing ya know we cappin
Get locked up then didn’t even get mad
Now think about damn what a life I had
Most of that shit look back just laugh
Some shit still look back get sad
Maybe my homeboy still be around
Had I not hit the nigga in the mouth that time
I won that fight, I lost that war
I can still see my nigga walkin out that door
Who’da thought I’d never see Philant no more
Got enough dead homies I don’t want no more
Cost a nigga his jaw, cost me more
I’da took that ass-whoopin now for sure
Now think before I risk my life
Take them chances to get my stripes
A nigga put his hands on me alright
Otherwise stand there talk shit all night
Cuz I hit you, you sue me,
I shoot you, get locked up, who me?
No more stress, now I’m straight, now I get it now I take
Time to think before I make mistakes just for my family’s sake
That part of me left yesterday the heart of me is strong today
No regrets I’m blessed to say the old me dead and gone away.

[[Chorus – Justin Timberlake]:
Ohh I’ve been travelin on this road too long (too long)
Just trying to find my way back home (back home)
The old me is dead and gone, dead and gone
Ohh I’ve been travelin on this road too long (too long)
Just trying to find my way back home (back home)
The old me is dead and gone, dead and gone

[Justin Timberlake]:
I turn my head to the east I dont see nobody by my side
I turn my head to the west still nobody in sight
So I turn my head to the north, swallow that pill that they call pride
The old me is dead and gone, but thatnew me will be alright
I turn my head to the east I dont see nobody by my side
I turn my head to the west still nobody in sight
So I turn my head to the north, swallow that pill that they call pride
The old me is dead and gone, but that new me will be alright

[Chorus – Justin Timberlake]:
Ohh I’ve been travelin on this road too long (too long)
Just trying to find my way back home (back home)
The old me is dead and gone, dead and gone
Ohh I’ve been travelin on this road too long (too long)
Just trying to find my way back home (back home)
The old me is dead and gone, dead and gone

Sebaran Bakteri Pemecah Minyak di Teluk Ambon

TUGAS PAPER MATA KULIAH

PENCEMARAN LAUT

Sebaran Bakteri Pemecah Minyak di Teluk Ambon

 

OLEH:

ADINA FETI NURAINI

K2D 009 067

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

JURUSAN ILMU KELAUTAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2011

PENDAHULUAN

Latar Belakang.

Masalah pencemaran laut di Indonesia mulai muncul sebgai masalah nasional barangkali setelah peristiwa kandasnya kapal tanki raksasa “SHOWA MARU”. Kapal tanki raksasa ini terdampar di selat Singapura pada tanggal 6 Januari 1975 di Buffalo Rock tepat di dalam wilayah teritorial Indonesia, menumpahkan minyak mentah 3000-4000 ton dan menyebabkan kerugian kira-kira US$ 13,5 juta bagi Indonesia (Cautrier, 1976). Setelah peristiwa ini peristiwa mintak tumpah terjadi berkali-kali di berbagai perairan di Indonesia.

Pencemaran laut itu sendiri sudah terjadi bertahun-tahun sebelumnya. Di banyak wilayah perairan kita, terutama di teluk Jakarta, pencemaran non minyak telah dideteksi oleh LON-LIPI tahun 1974. Di tahun ini dan tahun berikutnya dilakukan penelitian sebaran pestisida oleh sekelompok peneliti di berbagai tempat di wilayah pantai, seperti di Jepara, Surabaya, Medan dll.

Cepatnya perkembangan industri dan pertanian di Indonesia menyebabkan cepatnya peningkatan mutu maupun jumlah pencemar maupun frekuensi kejadiannya di perairan kita. Usaha untuk memerangi dampak negatif dari pencemaran laut ini telah dan sedang dilakukan. Mengingat luasnya perairan kita dan beragamnya kemampuan masing-masing wilayah serta beragamnya kebijaksanaan masing-masin daerah, maka salah satu cara memerangi pencemaran laut adalah dengan menciptakan jaringan pemantauan pencemaran laut. Jaringan ini harus didukung oleh jaringan data dan informasi (Romimohtarto, 1977)

PEMBAHASAN

Secara umum perairan di Indonesia sangat rawan dengan pencemaran minyak. Hal ini disebabkan karena banyak terdapat lading-ladang minyak di laut yang mengakibatkan terjadinya jalur transportasi minyak. Perairan Indonesia merupakan negara kepulauan yang menjadi jalur transportasi minyak dari Timur Tengah ke Jepang dan terus meningkat dari hari ke hari. Demikian juga yang terjadi di perairan teluk Ambon yaitu sebagai pelabuhan besar KTI yang mengakibatkan lalu lintas laut menjadi semakin padat. Perairan teluk Ambon juga menampung limbah minyak dari penduduk sekitarnya yang semakin padat sehingga lama kelamaan cemaran minyaknya menjadi tinggi. Pencemaran perairan laut oleh minyak bumi dapat ditunjukkan dengan diperolehnya angka konsentrasi bakteri pemecah minyak di suatu perairan. Apabila ditemukan bakteri pemecah minyak dengan kepadatan tinggi berarti perairan tersebut tercemar oleh minya. Mikroba bakteri pemecah minyak adalah biodegradasi dari minyak bumi sehingga dapat mengurangi kontaminasi. Penyebaran kepadatan bakteri pemecah minyak bumi sehingga dapat mengurangi kontaminasi. Penyebaran kepadatan bakteri pemecah minyak di permukaan laut berbeda-beda tergantug dari tingkat pencemarannya (Thayib et al, 1978). Daerah yang lebih tercemar oleh minyak bumi mempunyai kepadatan bakteri pemecah minyak yang lebih besar. Mengingat pentingnya fungsi Teluk Ambon maka informasi mengenai adanya pencemaran minyak sangat diperlukan untuk mengetahui kelayakan pemanfaatannya.

Pengamatan bakteri pemecah minyak di Teluk Ambon dilakukan dalam kurun waktu dari September 1996 sampai Maret 1997. Pada pengamatan ini ditentukan 5 stasiun tetap yang mewakili kondisi Teluk Ambon Bagian Luar dan Dalam, dimana diperkirakan terjadi cemaran minyak akibat dari aktifitas pelayaran kapal laut yang cukup tinggi maupun karena limbah rumah tangga yang mengandung minyak.

Contoh air laut diambil pada lapisan permukaan secara aseptic dengan menggunakan botol sampel steril. Dari botol sampel, contoh Air laut diambil sebanyak 10 ml, 1 ml dan 0,1 ml yang dimasukkan ke tabung reaksi berisi media mineral dan minyak tanah. Selanjutnya di inkubasikan pada suhu kamar dan dilakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi. Pertumbuhan bakteri diyatakan postif apabila terbentuk lapisan putih keruh dibawah lapisan minyak. Untuk perhitungan kepadatan bakteri digunakan metode “most probable number (MPN)” menurut Ruyitno (1991).

Kegiatan industri migas sangat potensial menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara. Minyak yang merembes ke dalam tanah dapat menyebabkan tertutupnya suplai oksigen dan meracuni mikroorganisme tanah sehingga mengakibatkan kematian mikroorganisme tersebut. Tumpahan minyak di lingkungan dapat mencemari perairan dan tanah hingga ke daerah sub-surface dan lapisan aquifer air tanah.

Bioremediasi memainkan peranan penting yang makin meningkat pada remediasi lingkungan tercemar polutan organik dan telah diterima secara luas sebagai teknologi inovatif. Bioremediasi adalah suatu teknologi aplikasi proses biologis untuk melenyapkan bahan kimia beracun dan berbahaya dari lingkungan dengan melibatkan agen biologis seperti tanaman, mikroorganisme, dan enzim tanaman/mikroorganisme.

Untuk mengatasi pencemaran limbah minyak, maka diperlukan suatu cara penanggulangan yang efisien, efektif, ekonomis, dan tidak merusak lingkungan. Penelitian ini akan menguji sejauhmana keefektifan pemanfaatan bakteri pemecah minyak dalam proses bioremediasi. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh jenis bakteri yang dapat mendegradasi minyak bumi secara cepat sehingga tidak lagi berperan sebagai pencemar di lingkungan.

Isolat bakteri Pseudomonas fluorescence, Bacillus subitilis, dan kultur campuran (Pseudornonas fluorescence T Bacillus subtilis) dapat digunakan dalam proses bioremediasi. Namun, bakteri Pseudomonas fluorescence pada pH 8 lebih cepat mendegradasi senyawa hidrokarbon pada tanah terkontaminasi minyak dengan laju biodegradasi sebesar 96,1 ppm/hari dan persentase penurunan sebesar 91,51%.

Kultur campuran pada pH 7 merupakan isolat dengan aktivitas metabolisme yang lebih tinggi dilihat dari total bakteri pemecah minyak, baik pada tanah terkontaminasi minyak maupun tanah tidak terkontaminasi minyak. Berdasarkan hasil kerjanya, kedua bakteri ini bersifat sinergisme.

Perlakuan kontrol (B0) mempunyai pH lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya, baik pada tanah terkontaminasi minyak maupun tanah tidak terkontaminasi minyak. Kegiatan bakteri pemecah minyak dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon menyebabkan penurunan pH.

Waktu degradasi berpengaruh terhadap total bakteri, dimana semakin lama waktu degradasi, maka semakin tinggi total bakteri sampai batas tertentu sebelum terjadi fase kematian. Waktu degradasi juga berpengaruh terhadap persentase degradasi senyawa hidrokarbon, dimana kandungan TPH yang terendah terdapat pada minggu II (T2). Proses bioremediasi ini telah berlangsung dengan baik karena kandungan TPH telah mencapai 1% atau kurang dari 10.000 ppm.

Pada tanah terkontaminasi minyak terdapat total bakteri pemecah minyak yang lebih tinggi dibandingkan tanah tidak terkontaminasi minyak. Bakteri pemecah minyak memanfaatkan senyawa hidrokarbon sebagai sumber energi dan sumber karbon sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri tersebut (http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=73066)

Lokasi perairan Ambang adalah tempat lalu lintas kapal angkutan penumpang (feri) yang diduga banyak memliki kontribusi terhadap tumpahan minyak di sekitar lokasi. Perairan di lokasi Wayame merupakan tempat lalu lintas kapal-kapal yang bermuatan minyak bumi karena terdapat dermaga pertamina tempat distribusi minyak bumi. Bulan November 1996, konsentrasi kepadatan bakteri di lokasi Wayame sama tinggi dengan lokasi Ambang. Pada bulan Desember 1996, konsentrasi kepadatan bakteri lebih tinggi dari lokasi yang lain. Kisaran angka konsentrasi kepadatan bakteri adalah sekitar 23-1100/100 ml. Lokasi pelabuhan Ambon merupakan tempat bersandarnya kapal-kapal baik besar maupun kecil untuk mengangkut penumpang maupun hasil tangkapan di laut.

Bakteri pemecah minyak adalah salah satu golongan bakteri heterotropik yang memerlukan minyak sebagai sumber energinya (Ruyitno, 1996). Bakteri ini akan mengurangi minyak menjadi nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Kecepatan penguraian minyak di laut sangat tergantung pada komponen dan jenis minyak, oksigen, pH, zat hara, jenis bakteri dan jumlah pemangsa bakteri (Law et.al dalam Ruyitno, 1995). Pada hasil penelitian Thayib (1978) menunjukkan bahwa bakteri pemecah minyak memang sudah ada di dalam laut. Fluktuasi penyebaran minyak sangat tergantung pada beberapa faktor seperti arus dan penguapan (Nybakken, 1982), sehingga angka kepadatan sebaran bakteri pemecah minyak berbeda-beda. Pada perairan yang tercemar oleh minyak akan ditemukan bakteri pemecah minyak dengan konsentrasi yang tinggi.

Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak satu pun makhluk hidup di dunia ini yang tidak memerlukan dan mengandung air. Sel hidup, baik tumbuh-tumbuhan ataupun hewan, sebagian besar tersusun oleh air, seperti di dalam sel tumbuh-tumbuhan terkandung lebih dari 75% atau di dalam sel hewan terkandung lebih dari 67% (Suriawiria,1985).

Masalah yang paling pelik yang harus dihadapi dalam masalah mengolah air adalah karena semakin meningkat dan tingginya pencemaran yang memasuki badan air. Pencemaran tersebut berasal dari:

  1. Sumber domestik, yang terdir dari rumah tangga.
  2. Sumber non-domestik, yang terdiri dari kegiaan pabrik, industry, pertanian dan sebagainya.

Perairan alami memang merupakan habitat atau tempat yang sangat parah dikenai oleh pencemaran. Sehingga kalau sejak di SLTA dulu kita mengenal rumus kimia air adalah H2O, ternyata itu adalah rumus kimia air yang hanya berlaku untuk air-air bersih seprti aquades, akua-demin, dan sebagainya. Sedang untuk air alami yang berada di dalam sungai, kolam, danau laut dan sumber-sumber lainnya, rumus tersebut menjadi:

H2O + X

Di mana X berbentuk:

a. Faktor yang bersifat hidup (biotik).

b. Faktor yang bersifat tidak hidup (abiotik).

1. Kelompok Kehidupan di dalam Air

Faktor-faktor biotis yang yang terdapat di dalam air terdiri dari:

1. Bakteria.

2. Fungi atau jamur.

3. Mikroalgae atau ganggang mikro.

4. Protozoa atau hewan bersel tunggal.

5. Virus.

Serta sekumpulan hewan ataupun tanaman air lainnya yang tidak termasuk kelompok mikroba (Suriawiria,1985). Penyebaran mikroorganisme dalam lingkungan akuatik Mikroorganisme dalam suatu lingkungan akuatik mungkin terdapat pada semua kedalaman, berkisar dari permukaan sampai ke dasar parit-parit yang paling dalam di dasar lautan. Populasi terbesar mikroorganisme menghuni lapisan teratas dan sedimen dasar, terutama di perairan dalam (Pelczar,1988). Plankton (fitoplankton dan zooplankton). Kumpulan organisme hidup yang sebagian besar terdiri dari mikroorganisme, yang terapung dan hanyut pada permukaan ekosistem akuatik, dinamakan plankton. Populasi plankton terdiri dari algae (fitoplankton), protozoa, hewan kecil (zooplankton), dan mikroorganisme lain.

Mikroorganisme fototrofik dianggap sebagai plankton yang paling penting karena merupakan produsen primer bahan organik ; artinya, pelaku fotosintesis. Sebagian besar organism planktonik dapat bergerak, atau mengandung tetesan minyak, atau memiliki struktut khusus yang memungkinkan mereka mengapung ; kesemua cirri ini membantu organism tersebut mempertahankan lokasinya di zona fotosintetik yang berada di lapisan air bagian atas (Pelczar,1988).

Mikroorganisme bentik. Mikroorganisme yang merupakan penghuni suatu dasar. Perairan (lumpur tanah) dinamakan organisme bentik. Daerah terkaya akan jumlah dan macam organisme pada sistem muara-laut ialah daerah bentik, yang terbentang dari pasang naik sampai suatu kedalaman di tempat tanaman sudah jarang tumbuh. Daerah dasar laut mengandung berjuta-juta bakteri per gram (Pelczar,1988).

Keadaan fisik dan komponen-komponen kimiawi yang mencirikan daerah perairan di antara zona planktonik dan bentik sangat bervariasi sehingga tidak ada gunanya untuk mencoba membuat gambaran umum. Pikirkanlah sejenak mengenai perbedaan antara kolam dan lautan!. Kolam dan danau juga memiliki zonasi dan stratifikasi yang khas, dan telah tersedia banyak informasi mengenai populasi mikrobiologis yang menghuninya (Pelczar,1988).
Peranan mikroorganisme

Menurut suriawiria (1985), kehadiran mikroba di dalam air, mungkin akan mendatangkan keuntungan tetapi juga mungkin mendatangkan kerugian.

1) Mendatangkan keuntungan

  1. Banyak plankton, baik yang terdiri dari plankton-tumbuh-tumbuhan (fitoplankton) ataupun plankton-hewan (zooplankton), merupakan makanan utama ikan-ikan kecil. Sehingga kehadirannya meupakan tanda kesuburan kolam ikan misalnya, untuk perikanan. Ini misalnya untuk jenis-jenis microalgae: Chlorella, Scenedesmus, Hydrodiction, Pinnularia, Sinedra, dan sebagainya.
  2. Banyak jenis bakteri atau fungi di dalam badan air berlaku sebagai jasad decomposer. Artinya jasad tersebut mempunyai kemampuan untuk mengurai atau merombak senyawa yang berada (masuk) ke dalam badan air. Sehingga kehadirannya telah dimanfaatkan di dalam rangka pengolahan buangan di dalam air secara biologis.
  3. Pada umumnya microalgae mempunyai klorofil, sehingga dapat melakukan proses fotosintesis dengan menghasilkan oksigen. Di dalam air, kegiatan fotosintesis tersubut akan menambah jumlah (kadar) oksigen di dalamnya, sehingga nilai kelarutan oksigen (umumnya disebut DO atau dissolved oxygen) akan naik atau bertambah.
  4. Kehadiran hasil uraian senyawa hasil rombakan bakteri atau fungi, ternyata digunakan atau dimanfaatkan oleh jasad-jasad lain, antara lain oleh microalgae, oleh bakteri atau fungi sendiri. Sehingga dalam masalah ini jasad-jasad pengguna tersebut dinamakan consumer atau jasad pemakai. Tanpa adanya jasad pemakai, kemungkinan besar penimbunan (akumulasi) hasil uraian tersebut dapat mengakibatkan keracunan terhdap jasad lain, khususnya ikan.

2) Mendatangkan kerugian

a. Yang paling dikhawatirkan adalah kalau di dalam badan air terdapat jasad-jasad mikro penyebab penyakit, seperti:

a)         Salmonella penyebab penyakit tifus

b)        Shigella penyebab penyakit disentri-basiler

c)         Vibrio penyebab penyakit kolera

d)        Entamoeba penyebab penyakit disentri-amuba

e)         Ascaris penyebab penyakit cacing, dan banyak contoh-contoh lainnya.

b. Juga didalam air banyak ditemukan mikroba penghasil toksin (racun) yang sangat berbahaya, seperti:

a)      Yang hidup anaerobic seperti Clostridium

b)      Yang hidup aerobic seperti Pseudomonas, Salmonella, Staphylococcus, dan sebagainya.

c)      Toksin juga dihasilkan oleh beberapa jenis microalgae seperti Anabaena dan Microcystis.

Peranan Mikroorganisme Dalam Ekologi Lautan Bakteri ada dimana-mana. Dalam tanah, air dan udara. Bahkan dalam perut hewan dan manusia, di sumber air panas dan di lapisan es yang amat dingin. Awam seringkali menyikapi secara keliru keberadaan mikro-organisme ini, dengan menilainya secara pukul rata sebagai sumber penyakit yang merugikan. Ilmuwan Belanda, Antoni van Leeuwenhoek pada 350 tahun lalu, memang mula-mula meneliti makhluk hidup mikro yang tidak kasat mata itu untuk mencari biang keladi penyebab penyakit (Anonim,2009).

Sejak penelitian perdana menggunakan mikroskop sederhana hingga zaman modern ini, para ilmuwan juga masih memfokuskan penelitian pada mikro-organisme yang memicu penyakit. Baru beberapa tahun terakhir ini, fokusnya beralih pada peranan mikro-organisme bagi ekologi secara keseluruhan. Dengan metode biologi molekuler terbaru, para peneliti dapat semakin mengerti sifat-sifat organisme sel tunggal (Anonim,2009).

Bakteri menguraikan secara aktif semua unsur organik, dan mengubahnya menjadi unsur organik bagi kepentingannya. Lebih lanjut unsur ini menjadi makanan organisme bersel tunggal, yang kemudian membentuk biomassa yang menjadi makanan ikan dan selanjutnya menjadi makanan bagi pemangsa lain yang berderajat lebih tinggi. Jadi bakteri adalah makanan bagi pemangsa berderajat lebih tinggi, tapi pada akhir rantai makanan, bakteri juga yang menguraikan bangkai paus. Karena itu, sebetulnya mikro-organisme adalah aktor utama dalam system kelautan (Anonim,2009).

Akan tetapi, sejauh ini para peneliti amat sulit melacak rahasia di balik habitat bakteri. Sebab, kebanyakan bakteri hidup dalam lingkungan yang amat kompleks, dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Di luar habitatnya, bakteri biasanya langsung mati. Itulah sebabnya, amat sulit mengembangbiakkan bakteri di laboratorium (Anonim,2009).saat ini para peneliti berusaha mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Menyangkut lokasi, temperatur, kadar garam, kadar oksigen dan dimana atau dalam kondisi apa kode genetika ini muncul. Para peneliti hendak mengamati pengaruh faktor lingkungan terhadap habitat bakteri ini selama tiga tahun. Hasil penelitian dan anilisisnya, akan dijadikan basis bagi penelitian selanjutnya, serta landasan bagi peramalan kondisi lingkungan di masa depan. Misalnya, bagaimana pengaruh perubahan iklim terhadap habitat bakteri secara keseluruhan, yang berarti juga terhadap ekosistem luas di Laut Utara (Anonim,2009).

Bioteknologi Mikroorganisme Laut

Bakteri laut adalah salah satu mikroorganisme yang mampu menjaga kesinambungan kehidupan di laut karena kemampuannya mendegradasi senyawa organik mulai dari yang sederhana hingga kompleks, yang masuk ke perairan laut (Kompas,2005).

Bioremediasi adalah usaha perbaikan lingkungan yang telah tercemar dengan menggunakan biota hidup. Salah satu contoh biota yang sering digunakan dalam uji coba perbaikan lingkungan laut yang tercemar minyak adalah bakteri laut hidrokarbonoklastik (bakteri pemecah minyak) yang jumlahnya lebih dari 200 spesies (Kompas,2005).

Bakteri laut juga dapat digunakan dalam industri farmakologi (obat-obatan), keperluan budidaya, maupun uji toksisitas. Di negara-negara maju, penelitian bakteri laut untuk keperluan farmakologi berkembang pesat. Pada umumnya bakteri laut penghasil senyawa aktif untuk keperluan obat-obatan hidup bersimbiosis dengan invertebrata (biota laut). Namun, senyawa aktif yang dihasilkan jumlahnya sangat sedikit (Kompas,2005).

Dalam bidang budidaya, salah satu masalah yang dihadapi adalah penyakit. Penyakit bakterial pada biota budidaya dapat menjadi penyebab kerugian karena selain kematian massal, juga menyebabkan ditolaknya produk budidaya yang diekspor ke luar negeri. Untuk membasmi penyakit bakterial pada biota budidaya pada umumnya digunakan senyawa kimia (antibiotik). Namun, penggunaan senyawa kimia tersebut tidaklah efektif karena dapat menimbulkan efek samping. Kini, upaya membasmi penyakit secara biologi yang tak menimbulkan efek samping telah banyak dilakukan dengan memanfaatkan sifat antagonisme di antara bakteri. Bakteri penyebab penyakit pada biota budidaya dapat dilawan atau dihambat oleh bakteri lain (Kompas,2005).

Mikroorganisme yang digunakan untuk keperluan tersebut disebut biokontrol dan salah satunya adalah menggunakan bakteri sebagai probiotik. Di dalam bidang budidaya, probiotik adalah bakteri yang digunakan tidak hanya untuk mengendalikan bakteri patogen, tetapi juga sebagai suplemen bahan makanan dan meningkatkan kualitas air (Kompas,2005).

Kegunaan lain bakteri laut adalah untuk menguji toksisitas. Di Amerika, semua penemuan produk bahan kimia baru sebelum diproses oleh pabrik harus sudah diuji coba in-vitro bioassay. Assay ini untuk memprediksi efeknya terhadap kesehatan dan efek ekologinya. Salah satu tes untuk menguji toksisitas senyawa kimia adalah uji luminescence (microtox assay) dan bakteri luminescence (mampu mengeluarkan cahaya) adalah salah satu biota yang digunakan dalam microtox assay. Assay ini adalah salah satu assay yang sudah sangat luas digunakan untuk uji produk senyawa kimia baru. Hal ini disebabkan waktu yang diperlukan cepat, relatif tidak mahal, dan tidak membutuhkan ruangan yang besar daripada tes bioassay menggunakan ikan. Bakteri luminescence ini banyak ditemukan di perairan laut, dapat hidup secara bebas, dan dapat juga menempel pada organisme yang lebih besar (Kompas,2005).

Berdasarkan uraian di atas, ternyata bakteri memang mempunyai banyak peranan. Indonesia yang sudah dikenal sebagai negara kaya akan keanekaan hayatinya, termasuk di dalamnya bakteri laut, tentu masih banyak lagi yang bisa digali pemanfaatannya untuk berbagai keperluan melalui bioteknologi (Kompas,2005)

(http://rengkiik08.blogspot.com/2011/01/peranan-mikroorganisme-dalam-ekologi.html).

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Bakteri memang mempunyai banyak peranan. Indonesia yang sudah dikenal sebagai negara kaya akan keanekaan hayatinya, termasuk di dalamnya bakteri laut, tentu masih banyak lagi yang bisa digali pemanfaatannya untuk berbagai keperluan melalui bioteknologi Mikrobiologi akuatik adalah telaah mengenai mikroorganisme serta kegiatannya di perairan tawar, muara, dan marin, termasuk mata air, danau, sungai, dan laut. Bidang itu menelaah virus, bakteri, algae, protozoa, dan cendawan mikroskopik yang menghuni perairan alamiah ini (Pelczar,1988).

Mikroorganisme ini beserta kegiatannya dalam banyak amatlah penting. Mereka dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan kehidupan hewan; mereka menempati posisi kunci di dalam rantai makanan dengan cara menyediakan makanan bagi kehidupan akuatik berikutnya yang bertaraf lebih tinggi. Mereka membantu berlangsungnya rantai reaksi biokimia yang mengatur daur ulang unsur-unsur, seperti yang terjadi di dalam tanah (Pelczar,1988). Mikrobiologi menjadi makin penting dengan adanya urbanisasi yang disertai meningkatnya kebutuhan masyarakat akan air, pentingnya perairan alamiah sebagai reservoir utama, penyelidikan lepas pantai untuk mendapatkan minyak dan mineral, didirikannya badan perlindungan keadaan lingkungan, serta perkembangan-perkembangan lainnya (Pelczar,1988).

  1. Saran

Saran kepada semua manusia agar menjaga keseimbangan bumi. Pengurangan limbah, pemanfaatan bahan organik agar dapat lebih diperhatikan dan diatur untuk kemudahan semua proses keseimbangan alam agar semua daur-daur berjalan dengan normal.

DAFTAR PUSTAKA

Cautrier, P.L. 1976. Pencemaran Laut. Seminar Pencemaran Laut. Buku II. Proceeding: 174-186.

Hutomo, .M., Romimohtarto, .K., Burhanuddin. Teluk Jakarta Sumber Daya, Sifat sifat Oseanologis, serta permasalahannya. Lembaga Oseanologi Nasional-LIPI. Jakarta. 1977.

Indah, Lies. 1997. Sebaran Bakteri Pemecah Minyak di Teluk Ambon. Seminar Kelautan LIPI-UNHAS Balitbang Sumberdaya Laut-Puslitbang Oseanologi-LIPI, Ambon 4-6 Juli 1997 : 260-264

Nybakken, J.W., 1982. Marine Biology: An Ecological Approach. Terjemahan: PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (1992) : 422-430

Rusmendro, Hasmar. 2003. Seri Diktat Kuliah Ekologi Tumbuhan. Jakarta: Unas Press.

Ruyitno, 1991. Pengantar Praktikum Bakteria Petunjuk Pencemaran di Suatu Perairan. Status Pencemaran Laut Di Indonesia Dan Tehnik Pemantauannya, P3O-LIPI : 71-77

Ruyitno, 1995. Pengaruh Berbagai Konsentrasi ‘Crude Oil’ Terhadap Biomasa Bakteri dala Mesokosme. Prosiding Seminar Kelautan Nasional. Panitia Pengembangan Riset dan Teknologi Kelautan Serta Industri Maritim, [22:1-7

Ruyitno, 1996. Efek ‘Crude Oil’ Terhdap Bakterioplankton dalam Mesokosme. Inventarisasi Dan Evaluasi Lingkungan Pesisir Oseanografi, Geologi, Biologi Dan Ekologi, P3O-LIPI : 131-140

Thayib, S.S.,1978. Beberapa Catatan Mengenai Mikroba Hidrokarbonoklastik dari Perairan Pantai dan Lepas Pantai di Teluk Jakarta. Oseanologi Di Indonesia. 10 : 1-7

http://cyber-biology.blogspot.com/2008/07/peningkatan-toleransi-isolat-rhizobium.html.

http://elcom.umy.ac.id/elschool/muallimin_muhammadiyah/file.php/1/materi/Biologi/DAUR%20BIOGEOKIMIA.swf.

http://freewebs.com/ciget/daur%20biogeokimia.html.

http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/17/daur-biogeokimia/.

http://jelajahbio.blogspot.com/2008/05/daur-bersifat-sedimen.html.

http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_299/latihan.html.

http://rengkiik08.blogspot.com/2011/01/peranan-mikroorganisme-dalam-ekologi.html

Potensi Spirulina

SPIRULINA merupakan tumbuhan mikroatik tertua di dunia yang memiliki fitonutrient sangat lengkap. Memiliki kandungan lebih dari 100 zat gizi, hingga dijuluki ‘SUPERFOOD’. SPIRULINA memiliki daya detoksifikasi 2 kali lebih baik dari CLOROPHIL. Keistimewahan tumbuhan kecil bersel satu ini  yaitu jika diamati di bawah mikroskop terlihat sangat kecil berbentuk Spiral dengan 4 Pigmen warna yaitu Hijau (kandungan Klorofil Zat antioksidan), biru (Kandungan Phycochyanin zat anti kanker), Jingga (Karotin zat untuk imunitas), Kuning (Zeaxantin nutrisi otak dan mata) .Spirulina memiliki daya detoksifikasi dua kali lebih baik dari klorofil.Kandungan Phycocianin dalam ‘SUPER FOOD’ SPIRULINA berkhasiat meningkatkan kemampuan tubuh dalam memproduksi sel darah merah serta membantu membangun sistem kekebalan tubuh baik humoral maupun selular. WHO menyatakan, SPIRULINA merupakan suplemen terbaik abad 21. Menurut FAO, SPIRULINA adalah suplemen ideal masa depan. SPIRULINA juga ampuh sebagai anti kanker dan anti oksidan. Sangat cocok untuk penderita Gagal Ginjal, Jantung, Liver, Diabet dan Hipertensi.SPIRUNA ….SPIRULINA dosis tinggi 650 mg sangat potensial menggelontor racun/ toksin/ kerak tubuh dari dalam tubuh

Spirulina: Tumbuhan Laut Penggempur Penyakit

Serangkaian pengobatan dilakukan untuk mengatasi penyebab bersarangnya penyakit di tubuh pria berusia 22 tahun itu. Namun, tetap tak memberi hasil memuaskan. Tiga bulan mengkonsumsi neometrasol, obat kimia untuk pengidap hipertiroid, hanya mengembalikan nilai tiroksin T3 dan T4 ke ambang normal yaitu 0.51-1.65 ng/dl dan 4.4-12.0 ug/dl. TSH, penanda aktivitas kelenjar tiroid tak juga menanjak. Itu sebabnya tubuh Adi kerap pingsan, cepat lelah, suhu badan tak stabil, dan sering buang air kecil. Degup jantung saya lebih kuat dan cepat, kata Kurniadi.
Lantaran bosan dengan penyakitnya, 4 bulan berselang ia beralih mengasup makanan tambahan spirulina atas anjuran kerabatnya. Hasilnya, TSH perlahan meningkat mulai 0,06 mIU/L pada bulan pertama dan 0.57 mIU/L setelah 3 bulan konsumsi. Itu artinya normal karena berada pada interval 0.47-5.01 mIU/L. Pasien hipertiroid cenderung membutuhkan asupan antitiroid, vitamin dan mineral penunjang kesehatan, kata Dr Muhilal, ahli gizi di Bogor. Vitamin dan mineral berfungsi membantu memperlancar sekresi hormon peningkat kekebalan serta membersihkan racun dalam ginjal yang menghambat keseimbangan hormon tiroid dalam darah.

Kaya vitamin dan mineral

Menurut USDA, spirulina memiliki kandungan lengkap vitamin dan mineral. Carlos Jime?nez dari Department of Ecology, Faculty of Sciences, University of Ma?laga, Spanyol menemukan kalsium spirulina 3 kali lebih tinggi dibanding susu hewani, zat besi 3 kali lebih besar dibanding bayam. Tidak salah bila suku Aztec memanfaatkan spirulina sebagai makanan sehari-hari untuk menjaga kesehatan. Ia efektif meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh.
Alga berwarna hijau kebiruan itu awalnya hanya diketahui sebagai penurun kolesterol. Pengujian ilmiahnya dilakukan oleh Nayaka dari Tokai University, Jepang. Sebanyak 30 pria sehat berkolesterol tinggi dan hiperlipidemia yang diberi asupan spirulina menunjukkan penurunan 4,5% jumlah serum kolesterol, trigliserida, dan LDL. Mereka mengkonsumsi 4,2 gram spirulina selama 4 minggu tanpa mengubah pola makan.

J. E. Pi?ero Estrada dari Departament Farmakolog?, Fakultas Farmasi, Universitas Madrid, Spanyol mengungkap spirulina kaya antioksidan lantaran kandungan 3 pigmen kaya protein yaitu phykosianin, klorofi l, dan zeasantin. Phykosianin, antioksidan larut air, penunjang kesehatan hati dan ginjal. Zeasantin, antioksidan pelindung mata terutama saat tua. Sedangkan klorofi l, antioksidan bersifat antikanker dan antiracun.

Antivirus

Selain antikanker dan antiracun, penelitian <em>Laboratory of Viral Pathogenesis, Dana-Farber Cancer Institute and Harvard Medical School, Massachusetts, Amerika Serikat pada 1996 membuktikan, spirulina dalam konsentrasi 5-10 ?g/ml mampu menghambat pembelahan sel HIV-1. Itu disebabkan spirulina memiliki kandungan kalsium spirulan, molekul polimerisasi gula berisi kalsium dan sulfur. Konsumsi spirulina terbukti memberikan masa hidup lebih lama pada pasien AIDS.

Sedangkan Armida Hern?ndez-Corona dari Departamento de Microbiolog?a, Escuela Nacional de Ciencias Biol?gicas, IPN, Meksiko, menunjukkan ekstrak spirulina memiliki sifat antiviral. Ia efektif melawan virus herpes simpleks tipe 2, pseudorabies virus (PRV), human cytomegalovirus (HCMV), dan HSV-1, dengan dosis efektif (ED50) masing-masing sebesar 0,069, 0,103, 0,142, dan 0,333 mg/ml.

Karena manfaat yang luar biasa, Arthrospira platensis kini banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Berjuta-juta pil spirulina pun telah diproduksi lantaran terbukti menghadang dan menggempur berbagai penyakit. Termasuk Kurniadi yang telah merasakan keampuhannya. (Vina Fitriani).

http://herbalsamarinda.wordpress.com/2010/08/02/spirulina/

Spirulina Pertama dan Satu-satunya di Dunia Dengan Kualitas USP
1. Dibuat dari bahan berkualitas tinggi, spirulina organik ini bersertifikasi ini dihasilkan dari Parry Nutraceuticals Ltd., India, sebuah perusahaan terkemuka yang khusus dalam pembudidayaan spirulina, dan secara aktif terlibat dalam penelitian spirulina di seluruh dunia. Satu-satunya spirulina di dunia yang mendapatkan kualitas USP 100% alami, tanpa tambahan pengisi, bahan pengikat atau tambahan bahan kimia lainnya, untuk memastikan penyerapan dan asimilasi nutrisi yang lebih baik.

2. Pengesahan Organik dari Agen dunia Ternama yaitu

– Disertifikasi organik oleh Institute for marketocology (IMO) Switzerland sesuai dengan Program Organik Nasional (NOP) USDA

– Disertifikasi organik oleh Naturland Jerman, sesuai dengan International Federation of Ogranic Agriculture Movements (IFOAM)

– Sertifikasi ISO 9001(manajemen kualitas), ISO 14001(manajemen lingkungan) dan HACCP (pengelolaan Keamanan Makanan)

– Sertifikasi HALAL oleh IFANCA (USA) dan JAKIM (Malaysia)

– Memenuhi semua standar keamanan makanan termasuk USFDA (United State Food Drug Administration), JHFA (Japan Healt Food Authorization) dan Standar Kesehatan Makanan Eropa

– Telah diuji bebas dari Microcystin dan BMAA (kandungan toksin alga yang umum yang mungkin ditemukan pada beberapa sumber spirulina yang berkualitas rendah.

Manfaat Kesehatan Menyeluruh dari Spirulina

Menguatkan Sistem Imunitas
Spirulina meningkatkan produksi sel darah putih, antibodi, dan cytokine untuk menguatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit.

Menjaga Kesehatan Jantung dan Menurunkan Kolestrol
Teruji secara klinis meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi kadar LDL (Kolestrol jahat) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar HDL (kolestrol baik). Antioksidan yang banyak dari spirulina mengurangi pembentukan plak di dinding pembuluh darah arteri.

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan dan Fungsi Lambung
Penelitian telah mengkonfirmasikan bahwa spirulina meningkatkan fungsi pencernaan dan usus besar. Spirulina menekan mikro-organisme jahat dan merangsang pertumbuhan flora yang bermanfaat seperti acidophilus dan bifidus.

Zat besi spirulina datang dari wujud bio-aktif yang mudah dicerna dan digunakan tubuh. Hal ini sangat menguntungkan bagi wanita yang sedang datang bulan atau hamil, yang berisiko tinggi mengalami anemia. Gejala-gejala anemia antara lain kelelahan atau keletihan yang kronik, wajah pucat, kuku yang kusam, rambut yang kering dan rapuh, pusing, susah konsentrasi, dan gangguan tidur.

Membantu menjaga berat badan
Dengan kandungan gizinya yang hebat, energi yang tinggi dan kalori yang rendah, spirulina sangat tepat untuk mereka yang ingin mengurangi berat badan tanpa mengalami gejala kelelahan dan lemas, kelesuan, dan kekurangan gizi. Mengkonsumsi spirulina sebelum makan membantu menyingkirkan selera dan nafsu makan yang menyebabkan makan berlebihan. Sebagai salah satu makanan yang ber-alkalin yang ada,spirulina juga mengurangi kelebihan cairan yang disebabkan oleh pengumpulan sisa asam dalam tubuh.

Membentuk kulit yang sehat dan bercahaya
Kaya akan GLA, asam lemak yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit, rambut yang bercahaya dan kuku yang kuat, menyingkirkan racun yang menyebabkan noda kulit dan masalah kulit lainnya. Antioksidannya yang berlimpah melindungi kulit dari masalah penuaan dini.

Meningkatkan Kebersihan dan Detoksifikasi Alami
Kandungan alami klorofil yang berlimpah mempercepat detoksifikasi dan membantu mengurangi masalah akibat pengumplan racun seperti sakit kepala, pegal-pegal, sakit pada sendi, nafas dan aroma badan yang tak sedap.
Multivitamin yang berlimpah
Nutrisi terlengkap dengan konsentrasi tertinggi
Dikemas dengan spektrum nutrisi yang lengkap, yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan, seperti vitamin, mineral, asam amino, enzim, antioksidan termasuk SOD dan phytonutrients seperti polysaccharides, sulfolipids dan gycolipids, phycocyanin dan carotenoids. Spirulina merupakan sumber vitamin alami yang 100% alami dengan ketersediaan hayati yang tinggi dalam tubuh.
– 25 kali lebih banyak beta karoten daripada wortel
– 2-6 kali lebih banyak vitamin B12 daripada hati sapi mentah.
– 3 kali lebih banyak gamma linolenic acid (GLA) daripada Evening Primrose Oil
– 58 kali lebih banyak zat besi daripada bayam dan 28 kali lebih banyak daripada hati sapi mentah
– 5-30 kali lebih banyak klorofil daripada alfalfa atau rumput hijau.
– Sumber protein terbanyak – lebih baik daripada ikan, daging, kacang kedelai, susu dan padi! Protein berkualitas tinggi, lengkap dengan asam amino esensial, rendah lemak dan mudah dicerna.

http://archive.kaskus.us/thread/1492529